Halo
teman-teman.. mungkin salah satu atau beberapa dari kalian pernah membaca blog
mamaku yang judulnya “Hi Dear”.
Sekitar 4 tahun yang lalu dimana aku masih didalam perut mama, dibawa kemana mana terutama pergi bekerja. Saat itu aku senang sekali setiap hari ikut mamaku bekerja naik kereta, angkot dan banyak jalan kaki juga. Maaf yaa ma aku suka bikin mama mual muntah pada waktu siang sampai sore hari, dan juga gak bisa minum minuman asam, lebih suka minum jus buah yang manis.
Aku ingat banget saat
itu mama pulang dalam keadaan haus kemudian beli the lemon, sampai rumah mama
muntah karena gak kuat asam. Maaf ya mamaa itu memang aku yang gak mau asam
bukan karena lambung mama yang gak kuat hehehe. Tapi aku selalu berusaha untuk
membangkitkan semangat mamaku saat pagi hari, dan juga gak pernah rewel supaya
mama bisa pergi bekerja dengan keadaan badan yang fit.
***
Alhamdulillah hari demi hari aku berkembang dengan baik, mama selalu rutin kontrol ke dokter kandungan dan aku bisa dengar suara obrolan mama dengan dokter katanya aku sehat tapi agak sedikit berlebihan berat badannya karena mama masih suka ngopi. Hufftt.. gimana ya gaes? Mamaku emang pecandu kopi dari gadis, dan aku pun menikmatinya dari dalam hmm emang enak sih tapi kata dokter gak boleh ngopi takutnya aku jadi gendut dan kasihan mama nanti lahirannya susah ngedennya.. Jadi mau gak mau mama nurut apa kata dokter demi kelancaran persalinan nanti.
Alhamdulillah, tanggal 20 Maret 2022 aku lahir secara normal dengan berat badan 2,9 kg dan panjang badan 48 cm. Wah akhirnyaa dunia menyambutku dengan baik sekali, ternyata aku lahir di RS tempat mama kerja. H-1 aku keluar, mama udah mengeluarkan lendir darah, sebenarnya itu tanda bahwa aku pengen banget keluar tapi masih mikir lewat mana jalannya? Ya jadi aku diam dulu seharian buat mikir keluarnya gimana biar mamaku gak susah ngedennya. Alhasil mama berangkat ke UGD karena lendir darahnya keluar terus, di RS mama istirahat sambil praktik jongkok berdiri berulang, itu saran bidan supaya aku lancar keluarnya. Ehh bener aja besok pagi hari Minggu, aku berhasil menemukan jalan dan siap pengen ketemu orang – orang dan melihat mama. Woww cukup berusaha keras mamaku ngedennya padahal udah gak minum kopi tapi tetap saja kok kayanya aku juga kesempitan mau keluarnya.
Aku bisa dengar suara dokter dan papa menyemangati mama untuk terus ngeden, dan setengah jam kemudian aku melihat alat vital mama digunting, wow jadinya aku cepat keluar kayak main perosotan langsung deh disitu aku nangis oek oek aja biar orang orang tau kalo aku ini selamat. Akhirnya aku dibawa sama bidan untuk dibersihkan bekas darah dan selaput, dan mamaku sedang dijahit alat vitalnya sama dokter, banyak sekali darah yang keluar. Maaf ya ma sekali lagi, setelah itu mama lega bisa makan apa aja yang mama suka :D
***
Masa masa
bayi berlalu, tumbuhlah diriku yang sekarang sudah usia 3,9 th. Aku merasa
sangat energik, orang orang bilang itu hiperaktif. Aku belum bisa bicara seperti
anak pada umumnya gaes, lagi ikhtiar terapi di klinik tumbuh kembang dekat
rumahku. Aku memang suka tantrum tiba-tiba, itu bukan karena aku benci siapa
siapa tapi kesel sendiri dengan diriku karena bingung cara menyampaikan apa
yang aku mau itu bagaimana, dan juga aku suka mainan berwarna karena itu sangat
menarik dan bisa asik sendiri kalau sudah mainan. Doain ya semoga aku bisa
lancar bicaranya dan suatu hari bisa jadi orang yang bermanfaat dan berakhlakul
karimah.
Meski aku
kasihan kalau lihat mama papa kecapean kerja, ingin sekali aku ngobrol dengan
mereka tapi ya itu tadi gimana cara bicaranya yaa? Jadinya aku hanya bisa
memeluk, dan bercanda dengan mereka supaya bisa terhibur.
***
Dear mama dan papa : Maaf ya aku belum bisa seperti anak yang lainnya, aku juga gak tahu mungkin ini takdir terbaik Allah Swt karena Dia sayang kita semua. Dulu aku pernah berjuang sembuh dari kejang tanpa demam 2 x itu sudah cukup membuat mama dan papa sedih dan berusaha keras untukku, sekarang aku berjuang dengan keadaan yang baru lagi. Tapi aku akan berusaha untuk rajin terapi walaupun jujur kadang aku malas masuk ke ruang terapi tapi aku bisa melawan itu semua demi kebaikan untuk diriku sendiri.
Terima kasih karena sudah mengusahakan berbagai macam
cara (membiayai terapi, pengobatan dll) yang terbaik untuk diriku. Aku selalu berdoa agar dua pahlawanku tetap hidup untuk mendampingiku sampai aku bisa mandiri <3
