Wednesday, 24 January 2018

Lintang

Aku, Lintang Kusumadewi, terlahir dari keluarga berkecukupan, ayahku dosen di beberapa universitas ternama di Bandung dan ibuku adalah seorang mantan pegawai bank swasta di Yogyakarta. Jarak tidak bisa dijadikan alasan kedua insan tidak bisa berjodoh. Meskipun ibuku lahir dan besar di Yogyakarta, dan ayahku lahir di Bandung kemudian saat kuliah merantau ke Yogyakarta karena ingin mandiri, setelah itu kembali ke kota asal, tidak bisa dipungkiri takdir telah mempertemukan mereka.

Terlahir menjadi anak pertama dari 3 bersaudara membuatku tertekan,, ya tertekan untuk menjadi pribadi yang bisa memberikan contoh yang baik untuk kedua adikku. Dituntut harus mandiri dan dewasa. Tentunya, itu membutuhkan proses yang cukup panjang.
Menurutku, gagal adalah suatu hal yang lumrah untuk menuju kesuksesan.  Aku sudah mencoba ke perguruan tinggi negeri namun Allah tidak mengizinkannya. Yaa aku gagal diterima di kampus bergengsi di Bandung.Kemudian ayahku menyarankan untuk kuliah di Universitas swasta di Jakarta, mengapa di Jakarta? tidak di Bandung saja? Orang tuaku ingin aku merantau meskipun dalam hatiku belum siap untuk jauh dari keluarga, tapi ku tekadkan niat demi menjadi mandiri dan dewasa. Aku tidak mau terus – menerus menjadi anak yang selalu bergantung sama orang tua. Keluar dari zona nyaman adalah satu – satunya cara untuk melatih mentalku agar menjadi kuat.

Akhirnya, aku jadi masuk Universitas swasta di Jakarta dengan mengambil S-1 jurusan Teknik Kardiovaskuler. Gaya hidup disana memang serba mahal, dan pergaulan juga benar – benar harus dijaga. Untungnya, aku bisa memilih teman mana kira – kira teman yang memberikan dampak positif atau negatif dan semua aman – aman saja.  Aku juga mempunyai pacar bernama Krisna tapi berbeda kampus. Pertemuan antara aku dengannya terjadi ketika kami mulai satu tempat kursus Bahasa Inggris di daerah sekitar kampusku.

***

Mempunyai seorang sahabat yang bisa mengerti diriku adalah suatu anugrah yang patut ku syukuri. Namanya Wina… Pertama kali ku mengenalnya saat masuk kuliah hingga sekarang sudah semester 4 kami masih bersama. Sebenarnya bukan hanya Wina sahabatku tapi ada juga Rosy dan Bahri. Mereka jarang bertemu denganku karena ada beberapa mata kuliah yang jam kuliahnya berbeda, namun ketika libur kami menyempatkan waktu untuk hangeout ke café murah di sekitar Jakarta walaupun sebentar.

Selama kuliah aku dan sahabat – sahabatku mempunyai kebiasaan buruk yaitu mencontek satu sama lain ketika ujian. Dalam satu ruangan, kami duduk berdekatan, sehingga jika aku memberikan contekan kepada Wina, dia langsung menyampaikan juga ke Rosy dan Bahri. Kami sungguh tahu bahwa mencontek adalah perbuatan tercela, tapi jika tidak begitu, maka kami dianggap tidak kompak. Terus terang, bukan aku menyombongkan diri, aku memang unggul diakademik, indeks prestasiku selalu meningkat tiap semester dan tidak pernah dibawah 3,50. Ditambah lagi aku orangnya tidak enakan sama teman, apalagi jika mereka adalah sahabatku sendiri.

Ketika memasuki semester 5, ada yang mengganjal dihatiku. Aku tidak bisa terus menerus memberikan contekan kepada sahabatku… itu bukan suatu pertolongan melainkan merugikan diri mereka sendiri. Nantinya mereka akan terus malas belajar, dan selalu mengandalkan orang lain. Sempat terbesit dalam pikiranku, nanti ujian naik semester 5 aku akan mengingatkan mereka untuk belajar rajin, dan akhirnya aku melakukan itu. Mereka hanya mengiyakan saja, aku harap mereka benar – benar serius belajar.

Saat ujian, ternyata mereka masih saja meminta contekan kepadaku, namun aku bersikeras untuk tidak menengok kanan kiri, tatapanku hanya lurus ke kertas ujian. Disamping itu, pengawas juga lagi konsentrasi melihat ruangan sekitar. Sungguh, aku mendengar Rosy sudah beberapa kali memanggilku namun tak ku gubris. Alhasil, Wina dan Bahri juga ikut kebingungan saat itu. Pada saat keluar ruangan, mereka bertiga langsung menegur diriku, sudah tidak heran aku pasti akan mengahadapi situasi seperti ini. Rosy bilang, kenapa aku tidak mau memberikan jawaban, dan aku minta maaf dan menjelaskan ini semua untuk kebaikan mereka dan aku tidak mau terus - menerus tolong – menolong dalam kecurangan. Aku juga bilang bahwa bersedia membantu mereka jika mengalami kesulitan dalam pembelajaran mata kuliah.


Saat itu juga, mereka langsung berubah sikap. Esok harinya, mereka mengacuhkanku, bahkan aku berusaha mendekati tetapi mereka pergi. Sikap mereka yang sungguh tidak mengenakkan itu berlangsung cukup lama.

To be continued ......

Friday, 12 January 2018

Seperti Inilah Akhirnya

Aku pikir ketika naik bangku kelas 12 sudah tidak ada lagi yang menyukaiku seperti kelas 10 dan 11. Ternyata masih ada .. walaupun sudah berkurang. Positifnya, aku jadi tidak pusing karena harus meladeni pesan sms yang banyak sekali itu. Maklum, dulu masih jadi abg yang penasaran dengan sifat – sifat teman lawan jenis.  

***

Berawal dari classmeeting lagi kenaikan kelas 12. Yaa memang setiap tahun, sekolah kami selalu mengadakan acara itu. Langsung saja. Tiba – tiba seseorang bertubuh kurus, tinggi nya sekitar 173 cm, hitam manis dan bermata sipit datang menghampiriku dan meminta nomor handphoneku. Sebetulnya aku tahu dia anak 12 Ipa 6, namun aku tidak pernah berinteraksi dengannya. Aku bertanya untuk apa dia meminta nomorku. Dia bilang untuk temannya, sambil menunjuk kearah temannya disampingnya. Tidak bisa dipungkiri, temannya itu memang tampan sekali, badannya berisi, putih bersih dan orangnya pendiam. Aku tidak percaya kalo dia yang meminta nomorku, tapi dari tingkah lakunya dia salah tingkah sambil melirikku sedikit – sedikit. Jujur, aku gak ada perasaan apa – apa sama dia, sebut saja Dirga. Dia memang tampan, rajin ke masjid, dan sepertinya anak baik – baik. Gak ada salahnya aku kenal sama dia, untuk memperbanyak teman. Dirga siswa 12 Ipa 3, ya kelasnya dekat dengan kelasku 12 Ipa 4 namun terhalang oleh toilet. Kami akhirnya berinteraksi via sms, ehh bener gak lama Dirga menyatakan rasa Sukanya kepadaku dan pake Bahasa Inggris ngomongnya haha. Sungguh agak canggung. Tapi ya tetap sama aku menolaknya baik – baik dan dia mengerti. Di sekolah Dirga tetap menyapaku walau dia itu anak yang cukup pendiam rasanya agak aneh lihat dia menyapa perempuan.

***

Saat itu, aku masih menaruh hati pada Firman. Ya kami masih berinteraksi namun tidak sesering kelas 11.
Tidak banyak yang dekat denganku saat kelas 12. Pernah ada laki – laki yang mendekatiku, dia kelas 12 Ips 4 namanya Wawan. Hanya sebatas smsan saja, tidak terlalu sering. Namun aku kaget ternyata dia sudah mempunyai pacar, dan pacarnya adalah adik kelas, aku gak tahu sebelumnya. Pacarnya marah – marah di facebook sambil menyebut namaku, aku tahu itu dari temanku. Sungguh aku kapok harus hati – hati banget deket sama orang, pastikan dia emang gak punya pacar biar nanti gak jadi masalah. Semenjak kejadian itu, Wawan gak deket – deket aku lagi, alhamdulillah.

***

Kembali lagi ke Firman. Awalnya aku mengira dia orang yang benar – benar hanya suka kepadaku saat itu namun… aku shock sekali ketika mengetahui dia dekat dengan seorang perempuan kelas 12 Ipa 6 dan aku mengenalnya…. Cemburu.. benar sekali. Bagaimana tidak … ku lihat dengan mata kepalaku sendiri, Firman berduaan ngobrol dengan perempuan itu sebut saja Acha. Tatapan mereka tidak bisa dipungkiri lagi bahwa mereka memang ada hati satu sama lain. Tidak hanya satu hari saja, tetapi sering sekali aku melihat mereka bercanda di mushola, di depan lab. Hatiku hancur sekali saat itu… namun siapakah aku? Hanya teman saja kan? Menurutku, mungkin Firman juga berpikir, banyak yang mendekatiku, makanya dia merasa berhak juga untuk mendekati yang lain daripada terus - menerus menahan rasa cemburu, karena dia lama - lama tahu banyak yang menyukaiku dan sudah sering Firman bersikap ketus.  Yaa lagipula aku juga yang memutuskan untuk tidak berpacaran karena jujur saja aku takut, pacaran jaman sekarang parah.. aku takut terpengaruh dan lepas kendali makanya lebih baik berteman saja.


Yang membuatku lebih sakit lagi, ketika sikap Firman berubah. Aku pernah menegurnya ketika dia sedang berduaan di mushola dengan Acha. Tapi, dia buang muka, pura – pura gak dengar. Aku sedih sekali… dan temanku bilang aku harus melupakan Firman. Dia udah berbuat seperti itu… melukai perasaanku… maka perlahan aku coba untuk melupakannya walaupun berat, karena aku menaruh hati padanya sudah cukup lama.. tapi aku yakin pasti bisa……


Disaat sudah bisa melupakan Firman, aku dekat dengan Detri. Dia siswa SMK swasta di Karawang. Aku mengenalnya lewat sebuah pertemuan konyol,, ya kami janjian tapi bertemunya langsung dirumahku … Aku kenal Detri sebenarnya dari tahun 2011 hanya saja belum intens, dekatnya pas kelas 12 dan prasaanku lambat laun tumbuh ke Detri saat aku sudah bisa melupakan Firman. Aku bukannya menjadikan Detri pelampiasan … tapi memang hubungan dekatku dengan Detri bertahan tapi hanya sampai tahun 2013.


Masalah yang kami hadapi yaitu “ego” yang sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Aku sudah mulai fokus kuliah, sibuk tapi Detri merasa sudah tidak diperhatikan lagi. Akhirnya aku putuskan untuk berteman biasa saja dengannya.. awalnya dia berat melepasku… lama – lama bisa… dan kami sepakat untuk berteman jangan ada permusuhan… dan alhamdulillah hubungan pertemananku dengan Detri sampai sekarang baik – baik saja. Udah gak peduli dengan masa lalu lagi.


Ini adalah kisah penutup masa – masa SMAku. Masa dimana aku banyak mengenal berbagai macam karakter teman lawan jenis. Tapi, aku bersyukur tidak mempunyai mantan hehehe…. Jadi semuanya berteman baik. Terimakasih kalian 😉

Friday, 29 December 2017

4 Tips Skripsi Done On Time

Suka gondok gak sih rasanya skripsi itu pengen di udahin aja ehh tapi masa berhenti di tengah jalan sama aja nunda dong kalo gitu.. tapi kalau dijalani emang sering bikin makan ati xD jangankan orang biasa, orang yang pintar juga pasti mengalami sulitnya mengerjakan skripsi … so, skripsi selesai tepat waktu itu tidak bisa diukur dari kepintaran seseorang melainkan keuletan dan kekuatan mental orang tersebut.

Disini, aku mau sharing tips nih gimana caranya supaya skripsi selesai tepat waktu. Mari simak:

Pertama, jangan bikin judul yang susah.

    Judul yang jarang ada referensinya, atau belum pernah ada orang yang meneliti tentang judul tersebut. Terkadang kita suka bingung ya menentukan judul, pikiran kita saat itu: “yang penting cepet di acc sama dosen”. Padahal, pertimbangan judul itu penting loh. Nah, maka dari itu, dari semester awal rajinlah membaca literatur terkait jurusan kamu aja, seperti jurnal ilmiah, atau buku keluaran terbaru, jadi ketika skripsi, ada bayangan untuk ngambil judul yang pas, gak usah neko – neko, sederhana aja, yang penting bisa menjelaskan ke dosen sambil sharing apa aja yang udah dibaca, insyaallah kalau bisa meyakinkan dosen dengan ilmu kamu, bakalan di acc judulnya 😉

     Bagi yang dulu semester awalnya belum rajin baca, dan udah mau skripsi sekarang jangan nyerah, tetap kerja keras yaa cari literaturnya, fokus gak usah mikirin yang lain dulu. Karena kalau skripsi ketunda gara – gara pikiran yang lain itu bikin kita menyesal nanti.

Kedua, jangan menunda – nunda revisi.

      Dear, ini harus banget .. jangan nunda revisi karena nunda sehari aja bikin nyesel. Aku ngomong gini, karena aku pernah nunda dan setelah itu kapok karena waktu terbuang untuk hal yang sia – sia. Boleh nyantai, tapi sebentar aja jangan seharian hehehe, karena jadwal pertemuan dengan dosen itu gak hanya sama 1 dosen aja tapi 2 dosen (proposal skripsi) dan 4 dosen (skripsi). Bayangin kita nunda sehari, ehh taunya dosen bisa bimbingan besok, nah lohh belum dikerjain… gedebak – gedebuk …. Belom dosen yang lain bisa bimbingan lusaaa,, nahh tambah kena forsir lagi. 

     Maka dari itu, kerjakan segera, jadi pas dosen inform hari apa bisa bimbingan, kita udah siap… walaupun masih harus kerja keras juga untuk bimbingan sama dosen lain, setidaknya udah berusaha dan gak nunda – nunda.

Ketiga, Jangan pernah bantah dosen atau merasa benar sendiri.

      Kita sebagai mahasiswa harus merendah, kalau dosen bilang salah ya nurut aja. Bilang “maaf bu/pak segera saya perbaiki”. Kuncinya itu…
Dosen itu gak suka sama mahasiswa yang sok tau, karena kalau dosen udah gak suka, khawatir malah dipersulit skripsinya jadi lama selesainya. Aku sebagai mahasiswa jujur aja takut sama dosen.. kalau udah dimarahin yaudah pasrah gak ngelawan… tapi hikmahnya, dosen jadi tambah respek karena gak pernah ngelawan, apalagi kalau tetap ramah meskipun di marahin. Gak usah baper gara – gara udah dimarahin terus jadi males sama dosennya,, mentalnya harus kuat demi selesai tepat waktu.

     Kita punya argument wajar, tapi cara menyampaikannya itu harus hati – hati misal: “saya baca di buku ini, begini – begini, bagaimana menurut ibu?” Jadi buatlah kesan kita masih butuh pendapat dosen, jangan kayak gini :”tapi saya baca di jurnal ini, itu begini bu” Nah kesannya kita kayak cari pembelaan gitu, gak mau disalahin,, walaupun kita udah merasa itu bener, tapi dosen kan lebih berpengalaman dan ilmunya pasti lebih tinggi, jangan sampai ada perberdebatan yaa. Jadi aku tekankan lagi bahwa kita wajib merendah dan jangan sok tau.


Keempat, Jaga Kesehatan.

    Begadang, capek, stress itu pasti dialami mahasiswa tingkat purba hahaaa, selamat menanti fase – fase itu yaaa..
Revisi skripsi yang sangat banyak memang harus kita selesaikan semua, tapi bukan berarti kita boleh lupa makan…. Ini gak bener.. mentang – mentang sibuk, kesehatan gak diperhatiin…
    
    Tetap, makan teratur, kalau gak napsu ya perut jangan kosong, makan sedikit nanti diterusin sama ngemil, sebaiknya minum vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Karena tenaga kita pasti terkuras banyak untuk berpikir, begadang dan bimbingan.

Nah, kalau udah jaga kesehatan masih aja kena flu atau sakit, saking capeknya, karena daya tahan tubuh orang beda – beda, jangan nyerah yaaa… itu salah satu ujian supaya kita tetap sabar … Kalo kita getol dan kuat mental insyaallah cepet kelar.

Seperti itulah, 4 Tips selesai skripsi tepat waktu Ala Adel.. Semoga Bermanfaat ya :D

Satu Rasa

    Jika pada waktu SMP, selesai ujian semester ada “pentas seni dan classmeeting”, maka kalau di SMA hanya ada clasmeeting sajaAcaranya terdiri dari beberapa lomba seperti tanding basket, futsal, dan volly. Aku tidak pernah mengikuti acara lomba trsebut, hanya menjadi tim hore saja yang berteriak tidak jelas bersama teman – temanku hehehe…..

  Aku belum mengenalnya, dia terus menerus memperhatikan dan sering melemparkan senyumnya kepadaku, akupun sempat penasaran dia itu siapa? Ternyata setelah sekian lama, aku tahu bahwa dia adalah anak kelas X – 1 dan namanya Firman. Aku lupa tahu namanya darimana karena sudah lama sekali… kami suka curi – curi pandang semenjak selesai ujian semester 2, dia kebetulan ikut classmeeting futsal, selalu saja pandangannya tidak pernah lama lepas untuk melirikku, dan akupun membalasnyaa.. yaa sejak saat itu aku menaruh hati padanya…

    Kami tidak ngobrol sedikitpun karena malu, takut diledekin, yaa jadi kami hanya bisa balas – balasan senyum saja… hingga kenaikan kelas XI, aku masuk kelas Ipa dan Firman di Ips. Kelas kami berjarak lumayan jauh, tetapi setiap aku hendak menuju kelas dari gerbang utama sekolah, aku pasti selalu melewati kelasnya. Dia menunggu di depan kelas dan menyambutku dengan senyuman, aku malu harus bagaimana, karena dia didepan kelas sering Bersama teman – temannya… Kalau dia sendiri baru aku berani senyum yaaangg lebbuuaarr haha tanpa merasakan beban hidup....
***
     Teman sekelas Firman yang bernama Asep menghubungiku melalui sms, aku lupa dia dapat nomorku darimana, Asep mendekatiku namun aku tidak suka padanya… salah satu alasan aku terus meladeni Asep karena aku ingin segera berkomunikasi dengan Firman, hanya saja aku tidak berani to the point  untuk menanyakan nomor Firman. Aku berdoa agar bisa smsan dengan Firman bagaimanapun caranya tanpa harus aku yang memulai, karena aku gengsi heheee,, perempuan yang jual mahal. Sampai beberapa bulan kemudian, akhirnya Firman menghubungiku juga via sms, dan dia mengambil nomorku dari Asep, saat itu aku senang seperti hendak diterbangkan ke angkasa.

    Aku dekat dengan Firman, tapi terkadang aku sebal karena dia pernah iseng mencubit pipiku, dan meremas tanganku ketika bercanda. Akupun menegurnya karena aku tidak suka saja dia seperti itu diliatin orang – orang juga, malu rasanya.
Teman – temanku kurang suka dengan perilaku Firman, kata mereka dia suka mengikutiku, mendekatiku secara berlebihan, namun tidak bisa dipungkiri aku masih suka padanya jadi aku bingung.
***
   Di kelas juga pernah ada seseorang yang menyatakan cintanya kepadaku dia adalah ketua osis namanya Fabian. Sungguh aku samasekali tidak pernah menyukai dia, ku tolak baik – baik, kemudian dia mengerti dan tidak pernah menghubungiku lagi. Kami tetap saling menegur dikelas layaknya tidak ada masalah apa – apa.

    Kemudian, ada seorang kaka kelas, tubuhnya kecil dan berkulit putih, dia suka senyum padaku, dia adalah senior juga di eskul paskibra, namun aku saat itu sudah keluar dari paskibra dan tidak pernah memperhatikan dia. Namanya ka Ali. Teman – temanku minta no hp ka Ali untukku, mereka jahil sekali, saat itu aku sedang sakit jadi tidak masuk sekolah. Benar saja, dia langsung menghubungiku dan kami jadi dekat. Ka Ali rutin sekali, setiap subuh menelponku untuk shalat subuh, yaa wajar sih dia juga kelihatan anak masjidnya hehee seperti marbot, namun lama - lama aku suka ngedumel sendiri, lagi ngantuk - ngantuknya kok nelpon terus sih ganggu saja. Akhirnya, handphone ku taruh di dalam lemari, biar kalau dia telpon gak kerasa getarnya.

     Disisi lain aku merasa tidak enak dengan Firman, walaupun dia bukan pacarku, tetapi bagaimana kalau dia tahu aku dekat dengan orang lain? Sedangkan aku belum siap Firman menjauhiku. Yasudahlah, toh niatku cuma ingin berteman saja, bukan mau belaga seperti playgirl karena memang aku tidak berpacaran dengan siapapun.

     Selain ka Ali, ternyata masih ada… huuhh banyak sekali, hahahaa… tapi dia adalah kaka kelas yang eskul pramuka namanya ka Heri. Pada saat siang hari setelah shalat dzuhur, kebetulan aku dan temanku Tiwi, bertemu dengannya, hanya sekedar menegur, Tiwi kenal dengan dia karena mereka satu eskul. Eeehhh malah ujung – ujungnya ka Heri minta nomorku…. Yaudah aku kasih untuk nambah teman…. Seperti biasa ka Heri suka memujiku, ya intinya suka…. Tapi aku tidak, ka Heri pernah jalan bareng menuju kelas denganku tapi aku biasa saja menanggapinya,, tapi entah aku tetap saja masih menyukai Firman…. 

     Saat itu, aku merasa cuma dia yang begitu mati – matian atau nekat untuk mengejarku dari kelas X dan aku rasa dia bukan laki – laki yang genit, karena setiap aku melihatnya dari jauh, tanpa dia sadari, dia begitu pendiam terhadap teman perempuannya, beda perlakuannya jika bersamaku. Hal ini juga aku tahu dari Tiwi, teman sekelasnya waktu kelas X.


Wednesday, 27 December 2017

Aku si Gula

     Aku sangat menikmati sekolah di SMA Negeri yang kata orang - orang lokasinya di “pinggiran”, tidak unggul seperti SMA Negeri di kota, tapi aku bersyukur, akhirnya bisa berbaur dengan teman – teman sekelas. Terbesit dalam pikiranku bahwa aku harus berubah, jangan terus – menerus menjadi gadis pemalu yang alhasil menjadikanku kurang pergaulan atau tidak mempunyai banyak teman.
     Semua teman dikelas bersikap baik kepadaku. Ternyata, mereka yang sebelumnya aku anggap nakal, aslinya sangat baik. Kemudian aku ingat, bahwa jangan melihat seseorang dari luarnya saja, tetapi kita harus benar – benar mengenal mereka, karena setiap orang mempunyai karakter yang berbeda – beda. Ini adalah salah satu pembelajaran yang tidak pernah kudapatkan dari semua pelajaran sekolah.
***
      Hingga suatu hari ada orang yang diam – diam menyukaiku, bukan hanya 1 orang saja, tetapi ada 3 orang. Mereka sekelas denganku. Pertama sebut saja Ray, dia nonmuslim. Awalnya, ya seperti biasa, dia meminta nomor handphoneku, ya kupikir hanya sekedar “save” untuk berteman atau bertanya seputar informasi pelajaran. Tetapi dugaanku meleset, dia menyatakan cinta padaku melalui pesan sms. Jelas, aku menolaknya dengan cara halus, tak kusangka dia sangat marah dengan keputusanku dan nama - nama binatang pun memenuhi setengah layar handphoneku. Mulai saat itu aku langsung risih dan rasanya ingin cepat untuk mengakhiri pembicaraan dengannya. Sudah cukup tahu, bahwa orang seperti dia tidak bisa menghargai keputusan orang lain.

      Kedua, Satria. Dia terlihat mencuri – curi pandang dikelas, namun aku membalas dengan melemparkan senyuman kepadanya, dia sangat pintar memikat hati perempuan, akupun pernah menaruh hati kepadanya, hingga dia menyatakan cintanya padaku, lagi – lagi melalui pesan sms, namun aku masih tetap konsisten dengan pendirianku yaitu menolak karena belum mau berpacaran. Satria akhirnya kecewa, namun lama – lama dia mengerti. Tidak lama setelah ku menolaknya, dia sudah menggoda teman sekelasku yang lain, bahkan bukan cuma 1 perempuan. Mulai saat itu, aku berpikir Satria adalah seorang “Playboy”. Huh ada – ada saja kau ya.

      Ketiga, Tama. Dia adalah teman dekat Satria, namun mereka sepertinya bersaing, bukannya aku kegeeran, tetapi terlihat jelas saat aku tidak masuk sekolah karena izin, Satria dan Tama mengirim pesan sms secara bersamaan. Lalu, mereka bertaruh, siapa yang smsnya aku balas duluan, maka dia yang menang. Aku tahu hal ini dari Satria, dia berbicara langsung. Konyol memang.

      Tama baik serta tidak kasar seperti Ray dan tidak playboy seperti Satria. Tetapi, aku samasekali tidak mempunyai perasaan kepadanya. Murni ingin sebatas berteman biasa saja. Tetapi dia terus berusaha mendekatiku dikelas. Saat aku lagi duduk sendirian, dia menghampiriku, mengajak ngobrol. Sampai teman – teman meneriaki kami “Cieee cieee” ramai sekali, dan tentunya cukup membuatku merasa malu dan salah tingkah.
***
      Semester 1 segera berakhir, semua siswa akan segera melaksanakan ujian semester, tempat duduk kami dicampur dengan kelas X- 9 dibagi menjadi dua ruangan. Aku penasaran akan duduk sebangku dengan siapa, namun akhirnya aku sebangku dengan seorang laki – laki bernama Andra. Dia terlihat nakal, selama ujian dia terus memperhatikanku bahkan iseng tanya jawaban ujian kepadaku. Tetapi ternyata dia orangnya baik, walaupun kadang genit tapi dia tidak pernah macam – macam kepadaku dan bicaranya masih sopan.

      Detik – detik mau selesai ujian, ada anak X – 9 (ruangan sebelah) datang ke ruangan tempatku ujian, dia menanyakan keberadaan diriku. Aku sendiri belum kenal dia siapa. Ternyata dia adalah temannya Sony (orang yang juga menyukaiku kelas X – 9 sejak semester 1) Sony tubuhnya tinggi besar, dan kulitnya sawo matang. Aku tahu itu, karena sering melihat dia bermain dengan Sony dan rombongannya. Orang tersebut bernama Zaki. Aku sampai dikirimin pesan sms olehnya “adel pasti belum tahu Zaki, besok senin kita kenalan ya”. Padahal aku sudah tahu wajahnya, dia berperawakan tinggi, kurus, berambut keriting dan berkulit putih.

      Akhirnya, setelah bertemu dengannya, kami hanya saling tegur saja tidak banyak basa – basi karena malu banyak orang yang melihat. Selain Zaki, ada Aldi (kulitnya putih, badan pendek, rambut keriting), Aan (tinggi besar, wajahnya agak seram hehe piss, kulit gelap), dan Ridho (gemuk, berkulit gelap) mereka juga anak X – 9 yang satu genk dengan Sony. Mereka juga menyukaiku, Aldi bahkan mengajakku jalan namun aku menolaknya, Aldi masih satu komplek denganku, kalau Aan pernah jalan – jalan bersamaku dan teman – teman X - 3 ke Kota Tua. Sedangkan Ridho, dia terlihat santai ketika ngobrol denganku layaknya menganggap teman biasa, tetapi terkadang suka memuji dan Sony’s Genk selalu meledeknya.

      Belum berakhir laki – laki di X – 9, ada Fandi juga yang menyukaiku tetapi dia tidak main bareng dengan Sony’s Genk. Hanya sebatas kirim pesan sms saja, naik kelas XI dia dan Andra pindah sekolah.
***
      Setelah itu ada yang menanyakan nomor handphoneku lagi, kali ini bukan anak kelas X tetapi kaka kelas XI Ips, dia diam – diam melihatku dari jauh tetapi waktu berpapasan dia pura – pura tidak mengenal. Kami tidak pernah ngobrol.

      Seperti itulah kisah masa – masa kelas X. Aku pusing karena harus membalas sms mereka satu – satu. Hingga dalam sehari, paket smsku habis sebanyak 500 sms hehehe. Tetapi menyenangkan bisa mengenal mereka walaupun salah satu dari mereka tidak ada yang menjadi pacarku. Semua berteman baik.

Layaknya gula yang dikerubuti semut.

*My real Story

Thursday, 14 December 2017

Pengagum Pertama

    Tiga tahun berlalu, tidak terasa ternyata aku sudah mau memasuki fase yang lebih sulit dari sebelumnya yaitu masa SMA … semakin naik tingkat maka semakin sulit pelajarannya, tetapi semangat belajarku masih begitu – begitu saja belum ada perubahan … jujur aku bukanlah orang yang rajin waktu itu … bahkan sudah SMA pun aku masih suka malas mengerjakan PR, atau mepet H-1 baru ngerjain .. *siswa teladan… ya tapi alhamdulillah aku masih bisa mengikuti pelajaran dengan baik, gak ada masalah …

    Nah, kalau yg sebelumnya baca, semasa SMP aku gak ada yang naksir, pada waktu SMA.. keadaan itu berbalik melebihi dugaanku sendiri… aku bukan tipe orang yang pandai bergaul,, bahkan waktu SMA, dihari pertama MOS aku tidak mempunyai banyak teman. Aku sekolah di SMA Negeri di salah satu kecamatan di Karawang,, kali ini aku tidak sekolah di kota karena NEMku tidak mencukupi standard dan akhirnya aku dengan lapang dada tidak masalah sekolah disini. Samasekali tidak berkecil hati,, tapi yang aku takut, aku berpikir sekolah disini anak-anaknya pada bandel, dan pada sombong. Ternyataaa aku salah persepsi, tidak demikian…

    Pada waktu hari pertama MOS, aku masuk kelas dengan seragam SMP rapih, aku telat masuk kelas… nah temen – temen sekelas, pada ngeliatin, gak paham deh kenapa? apa aku culun? Atau terlalu rapih? Soalnya mereka seragamnya pada pendek, cowo/cewe nya .. sedangkan aku serba panjang dan pakai jilbab langsungan … aku langsung duduk saja dengan seorang cewek yang wajahnya judes banget (mimpi apa semalem, aku duduk ama org begini, Cuma dia doang sih yang sendiri duduknya, daripada gak dapet temen). Setelah duduk, kita kenalan … ehhh tapi lagi – lagi salah,, dia baik orangnya, emang pakaiannya gitu sih kurang rapih tapi yaudahlah kan yang penting dia baik.
    
    Hari udah siang, saatnya kita keluar, dipanggil kaka kelas suruh upacara (upacara harusnya pagi ya lah ini siang ahaa). Lupa waktu itu disuruh ngapain … yang jelas aku baris saja sambil ngobrol … oh iya, kalian ingat dian? Teman sebangku ku waktu SMP? Tidak kusangka, aku juga satu kelas dengannya yaitu di kelas X-3. Dia juga sekolah disini karena dekat dengan rumahnya, tidak mau jauh – jauh lagi dikota. Ketika sedang asyik ngobrol di barisan ternyata, aku merasa ada yang diam – diam mencuri – curi pandangannya terhadap diriku …. Laki-laki kelas sebelah. Tapi… aku gamau geer lagi, nanti kepleset persepsi sendiri lagi kan repottt huh, baper lagi -_-. Akhirnya aku tidak menanggapi, cuek karena aku tidak mengenalnya.
    
    Nah, upacara sudah selesai nih, kita kembali ke kelas lagi. Dian menyampaikan bahwa ada yang nitip salam untukku. Aku tidak menyangka ada yang ngasih salam, aku masih gak percaya, tapi karena Dian yang ngmong gak mungkin dia bohong, dia bilang temennya kelas sebelah nitip salam. Aku langsung ingat, jangan2 laki2 yang tadi …. Ehhh ternyata kali ini bener gak salah lagi hehe. Laki – laki itu teman SD ny Dian … dan dia minta no handphone ku ,, kau tahu? Aku langsung kasih gak basa basi lagi, saking belum pernah ada yang naksir/nitip salam selama itu dan ingin tahu gimana rasanya punya temen laki-laki yang awalnya nitip salam kayak gitu. Kita pasti nyangkanya kalo ada yang nitip salam tandanya suka kan ya atau ada rasa tertarik? Secara masih abg gitu, itu salah satu cara buat deketin lawan jenis.

    Akhirnya kita smsan tuhh … baru dua hari, dia langsung nembak whew.. baru kali ini ada orang bilang suka padaku rasanya gimanaa gitu, walaupun aku belom suka sama dia… tapi ….. aku menolaknya … karena aku gak boleh pacaran dulu sama org tua (kolot) dan memang aku jga belum mau pacaran… aku masih ingin punya banyak teman laki – laki… dan selain itu.. aku gamau belajarku jadi terganggu … orang gak pacaran aja udah males gimana pacaran? Tamatlah aku …

    Dia mengerti dengan keputusanku, tapi dia mau menunggu sampai aku dibolehin pacaran, aku menolak ditungguin karena takut mengecewakan dia suatu hari, dan dia mengerti lagi,, kita tetep berteman, tetep saling tegur disekolah.

Tunggu kisah selanjutnya ya "Aku si Gula".. emang gak ada habisnya history itu kalo dikenang :D

Monday, 11 December 2017

Kepleset Persepsi Sendiri

      Ini sekuel nya Si Sableng Puber hehe jadi kalau mau tau ceritanya gimana gue bisa kepleset persepsi gue sendiri, silahkan baca awalnya dulu.... haha apasih pnting banget emang ?
yuk baca dulu hahaa

       Padahal mah emang rese aja tuh si Aji bikin gue geer, seengganya kalo beneran suka, fahrul nyapa gue kalo ketemu,, realitanyaa… besoknya si dea yang disapa fahrul di tukang fotokopi, beuhhh langsung envy tuh gue, kok bisa sih lu de?, dia cerita dengan bangganyaaa, tapi kita bertiga gak pernah musuhan atau rebutan gitu, nikmati aja gitu gebetan buat konsumsi bersama *eeww kayak apa aja hahahaa mksdnya kita gak pernah brantem grgr fahrul nyapa salah satu dari kita, malah seruu bisa jadi bahan candaan.
Nah sekian lama kita suka ama Fahrul akhirnya Tya nekat bikin surat cinta pake tulisan arab wahhahaaa gokil banget, didalem surat juga tertulis nama gue dan dea, kalo kita bertiga suka sama Fahrul. Beneerr aja sehh, udah bener – bener otak nekat kita. Kita samperin temennya Fahrul Namanya Ari, ngasih surat … ehh kayaknyaa suratnya dibuang deh seinget gue sama Ari, hmmm parah udah cape2 bikinnya. Hahaa kasiaaan bgt kita. 

       Pernah juga kita nyari alamatnya fahrul dan kita nekat bgt nyari rumah dia jalan kaki di perumahan tempat tinggalnya, tapi ke perumahannya mah naik angkot sekali, daaaan hasilnya nihil hahahaaaa… gue juga pernah cari no tlpn rumahnya di buku tlp jaman dulu itu lohh yang tebel, yang ada nama bapak dan alamat, pertama harus tau dulu bapaknya dia namanya siapa, gue dapet info dari aji kayaknya deh. Hari minggu gue inget bgt tuh, gue iseng tlpn ke rmhnya, yang ngangkat bokapnya “Halo Assalamualaikum” // Waalaikumsalam // Maaf bisa bicara dengan Fahrul // ooh iya sebentar ya dipanggilin dulu, tadi lagi mandi *langsung manggil tuh soalnya diem tlpnnya //oh iya pak *gue deg2an dan langsung tutup hahaaaa… jaman dulu handphone tuh masih jarang buat chatting,, mau ngbrol juga malu bgt.
       
       Ada lagi nih, tapi bukan soal Fahrul. Masih kelas 7 sih. Gue habis dari kantin sama tya dan dea, ehh ketemu sama cowo anak kelas 7 g, namanya hafid, ganteng dan manis sih, ehh dia dan temen- temennya ngeliatin gue muluuu, tapi yang lebih tajem sih si hafid,, gue geer banget apa kenapa gitu ditambah tya dan dea cie2in,, “del ada yg liatin tuh ganteng, suka kali del cieeee”, gue langsung malu, itu siapa? Kok liatin mulu. Nah beneerr aja, dia nyamperin ke kelas gue, anjasss deg2an, mau ngapain nih orang, kan sebelumnya dia gak prnh ke kelas gue. Dia liatin sambil senyum – senyum gitu … weeeh dia masuk ke kelas gue.. makin grogol aja gue mana di ciein mulu sama tuh anak dua. Terus gue duduk di kursi paling belakang karena gatau harus berbuat apa. Di kursi depan gue ada temen gue si Lia lagi duduk. Hafid nyamperin ke arah gue duduk ,, nah lohhh gemeterr .. udah senyum2 malu, ehhh ternyataaaa… dia malah nyamperin Lia…. *Laaaaaah???? Gue bertanya – tanya.. apaan sih ni.. akhirnya hafid nembak Lia didepan gue, pake permen kiss tau kan? Diterima lagi. Parahhh muka gue mau ditaro dimana udah geerrr beginii hahahahaa,, udah mesem aja muka gue, parahh bgt kok gue geerran bgt jd orang, tp emang bener si hafid tebar pesona dah orangnya ngeliatin kayak gitu…. Gue sih yang rada – rada juga hahaaa,, galau gue semaleman… ehh besoknya Lia masuk kelas dengan bahagianya udah jadian ama si hafid,, gue gak marah sih, geli sendiri gue jd ny udah kegeeran hahahaaa, sakitt dibikin sendiri gue mah... kepleset persepsi gue sendiri adel.. adel...… Akhirnyaa stlh itu gue lupa sama hafid dan denger kabar, Lia dan hafid jadian cuma 2 minggu doang.. hehee biasa lah namanya juga cinta tenyom… 

      Naik ke kelas 8, kita bener – bener jarang main lagi karena beda kelas. Ketemu lagi kelas 9, sekelas lagi kita, temen sekelasnya sama kayak kelas 7, daaan kita udah gak gebet fahrul lagi denger2 sih dia lagi deket sama senior *ppffttt. Yaudah sampe akhirnya kita kecantol lg sama anak SMP swasta yang isinya orang2 chinese kebanyakan, karena waktu itu mereka sempet mampir ke sekolah kita ikut classmeeting namanya Johan (non muslim). Seperti biasa dia jadi konsumsi bersama. Yaampun segitu agresif kita… tapi gak banget kok. Dulu wkt masih suka sama Fahrul aja kita gak sampe teriak2, atau nekat ngajak ngobrol. Hahaha itulah kekonyolan kita waktu masih puberrr…
      Kita cuma suka aja kok gak sampe sayang apalagi cinta. Karena kita masih remaja, belum ngerti apa itu sayang dan cinta. Ooh iya selama itu juga kita gak pernah pacaran lohh, kebayang kan, masih kecil gitu takut kalo pacaran ganggu belajar karena pasti maen mulu :D selain itu gak ada yang naksir juga sama gue hahaa faktor lain tuh, daaaan kalo sayang atau cinta pasti gak akan rela berbagi gitu hehehe… Suka dalam tahap wajar gak berlebihan. 

      Tapi yang gue ngaqaq tuh setiap cowo yang liatin gue atau ada yang nyampein ada seseorang yang suka sama gue (dari ucapan doang) langsung percaya aja gue, saking gue gak ada yang naksir kala itu bahaha... pasti gue ngira orang itu suka... padahal? ya itu kejadian tadi cukup menjelaskan bahwa gue fix"kegeeran tingkat ratu" yaa gue nyangka fahrul suka lah,, terus si hafid halaaah ....tapi dulu lohh yaa duluu... sekarang? yakaaai gue belum berubah juga dari sikap geeran gue itu...


Btw, tokoh yang ada didalam kisah ini pakai nama samaran, demi menjaga privasi mereka. Thanks for reading ðŸ˜‰

Thursday, 7 December 2017

Si Sableng Puber

      Sekali lagi yaa ini cerita untuk hiburan aja kok bukan untuk macam – macam apalagi nyindir orang ppftt… seperti biasa, yang punya blog nih, si Adelina yang sekarang sedang jadi “pengangguran” hehee sambil usaha juga sih cari kerja, karena baru jadi Sarjana Gizi pada tanggal 29 Agustus 2017, memanfaatkan waktu yaaa mengisi waktu luang, selain bantuin ortu dirumah juga ingin berbagi pengalaman. Sekitar 10 tahun yang lalu. Tahun berapa tuh? 2007 lah, yaa dimana saat itu gue masih imut (item mutlak) hahaha ky skrg putih aja luhh, polos, gak mudah bergaul, teman gak banyak, kuper (kurang pergaulan), culun. Hmmm ini bukan minder kok, tapi kenyataan dulu gue emang begitu.

      Gue sekolah di SMP Negeri favorite di Karawang yang lokasinya di kota, siswa yang sekolah disini rata – rata pada pinter, ya pastilah, tapi gue merasa gimana ya minder juga sih sekolah disini, anak – anaknya pada cakep, putih – putih gitu keliatan anak orang tajirnya, sedangkan gue, biasa aja penampilannya, otak juga gak pinter – pinter amat, yaaa bisa ngikutin ajaa udah alhamdulillah, gue masuk sini juga karena ortu kepengen bgt anaknya sekolah disini, terus ya udah masuk aja gitu dengan nilai gue yang biasa aja (hoki),  kuota sisa kali ya hahahaa (parah) gaklah, rezeki itu. Emang bener lohhh di sana itu disiplin, ketat, dan pelajarannya hmm sehdeh dari kls 1 tugasnya banyak. Tapi dinikmati aja.
Nah disekolah ini, semenjak kelas 7, gue suka main bareng temen berempat tuh, Tya, Dea dan Dian. Kita duduknya deketan… sebelumnya cerita dulu karakter mereka seperti apa. Tya itu orangnya kalo belom kenal banget judes, cuek, tapi dia pinter banget, juara 1 terus dikelas, makanya kalo gak ngerti gue suka nanya ke dia. Nah kalo Dea, orangnya supel, agak nyablak, kalo ketawa heboh juga hahaa, dia paling berani deh anaknya, sedangkan Dian, anaknya pendiem, tapi dia baik, dan pinter matematika, dia ini temen sebangku gue.

      Kenapa gue bisa deket sama mereka? Ini konyol banget terutama sama Tya dan Dea. Awalnya kelas 7 itu gue duduk sama Omi, dia temen Sd, rumahnya kebetulan satu komplek juga nahh tapi akhirnya semester 2 pindah jadi sama Dian, semacam tukeran bangku gitu deh… teruuuss bisa kenal sama Tya dan Dea karena gebetan kita samaaaa !!! :D Awalnya ada gossip kan dikelas gue. Nah gue denger ada anak baru pindahan kelas 7 i namanya Christ dia nonmuslim, katanya ganteng dan putih. Nah si Tya sama Dea ngebet pengen kenalan sama Christ pengen tau dulu orangnya yang mana ,, terus gue juga udah ngeh kayaknya emang ada anak baru putih, ganteng, sempet ngobrol tuh ama mereka kan, wah jangan2 itu lagi orangnya. Ehhh ternyata mereka ajak – ajak gue jadinya. Dia suka jajan dikantin depan kelas gue, kls 7 a. 

       Akhirnya kita bertiga nekad pengen tau. Bener aja, orang yang mereka maksud ada didepan mata lagi beli mie goreng, beneer ganteng banget, kalem juga. Terus si Tya dan Dea bisik – bisik ke gue dengan yakin “itu del si Christ”. Nahh pada saat itu, gue belom yakin bahwa dia itu Christ, jadi gue agak ribut kecil tuh di kantin "bukan itu deh kayaknya" mereka ngotot, "ihh iya del itu tau, ganteng kan? hahaa" batin gue: masa sih orang ini nonmuslim? Perasaan sering liat dia nongkrong di musholla. Aku bilang lagi ke mereka “coba deh liat label namanya, kayaknya ini bukan Christ, orang sering liat dia abis shlt di mushola”. Benerr aja, kita liat labelnya diem – diem, curi – curi ehhh salah deh hahahahaaa,,, ternyata orang yang selama ini mereka anggap Christ namanya bukan Christ. Ternyata orang yang mereka suka namanya “Fahrul” dan dia bukan anak baru. Waah malu banget mereka tuh. Salah orang hahaa.. nah si Christ yang anak baru ini orangnya juga putih, badannya tegap tapi kurusan dan gantengan Fahrul sih, is the best dah dia waktu itu wkwk jamannya SMP mah. Gak lama setelah itu, gue jadi ikutan suka sama Fahrul *jah hahaha emang anaknya favorite sih di sukain sama cewe – cewe. Tapi orangnya gak sok ganteng, biasa aja gitu walau banyak fans.

      Kita bertiga jadi suka ngikutin Fahrul *parah banget, dia jajan kita ngikutin dari jauh sambil gossip hahaa.. dia kan serombongan gitu kalo jajan, kalo hampir ketawan ya kita pura – pura ngobrol aja gitu, nah disini Dian jarang ikut karena dia lebih memilih didalem kelas, dan gak tertarik sama Fahrul. Okee kita apa banget sih waktu itu yaampun, ngejar – ngejar cowo,, gue geli sendiri kadang – kadang tapi lucuuu hahaha.. konyol emang nya juga. Bener – bener kita ngikutin dia tuhh sampe temen – temennya risih kita ngikutin, pasang muka gak enak. Iyalah mereka risih wong temennya diikuti sama cewe – cewe yg fanatik ama si Fahrul haha. Tapi kita mah bodo amat, lanjut terus,, sampe gue inget banget salah satu temen sekelasnya Fahrul kan temen SD gue namanya Aji, dia nyampein katanya Fahrul suka sama gue, pake ngeyakinin segala lagi kalo itu bener, gue senyum2 aja kan. Besoknya gue cerita ama tya dan dea, ehh mereka ketawa2 tuh katanya enak banget lu del disukain sama Fahrul.

Sekian dulu cerita si sableng puber hahaa yaa kita bertiga emang sableng :p.. lanjut move ke sekuelnya aja, yaitu "Kepleset Persepsi Sendiri". Cusss!!

     

Sunday, 26 November 2017

Aku Bangkit

Setelah kejadian itu, aku tetap fokus dengan kegiatanku yaitu PKL di Rumah Sakit.... walaupun terkadang masih terbayang oleh kekecewaan itu tapi sudahlah tiada gunanya kecewa dan sedih berlarut - larut, masih banyak hal yang harus ku kerjakan apalagi demi masa depan. Aku menikmati hari - hariku selama PKL di RSUD Gunung Jati, Cirebon.... tugas - tugasku alhamdulillah selesai dengan lancar walaupun harus berkorban yaitu begadang dan sempat sakit juga..... 

Selang beberapa hari, H meminta maaf kepadaku karena dia sudah menutup - nutupi kebenaran itu, sampai aku mengetahuinya lewat orang lain... aku memaafkannya, dan bukan sepenuhnya salah dia karena sudah pacaran dengan "teman yang dulu pernah dekat denganku". Sungguh aku berpikir di dunia ini, sangat disayangkan jika harus bermusuhan dengan teman hanya karena "laki-laki". Logika ku berjalan, laki-laki di dunia ini bukan hanya "dia" masih banyak yang lebih baik, selagi aku mau berusaha memperbaiki diri. Akhirnya kita sudah saling memaafkan saat itu. Aku bukan tipe wanita yang berlarut - larut meratapi perasaan sakit hati, aku bisa melalui itu semua dengan baik, dengan cara menyibukkan diri, dan melakukan hal yang bermanfaat. Seringkali aku sharing kepada orang tuaku dan teman - teman yang aku percaya, dan mereka senang hati menanggapi, memberikan masukan, dan mendukung ku. Aku bahagia mempunyai mereka.

Akhirnya masa - masa PKL ku segera berakhir,, tugas-tugas ku juga sudah selesai dan siap untuk pulang ke kota tinggal yaitu Karawang :). Bulan Ramadhan yang penuh perjuangan akhirnya terbayar saat aku kembali ke rumah ... Aku menghabiskan waktu di Karawang,, buka puasa bareng keluarga aaah nikmat sekali, ehehe, tapi puasa pertama aku nikmati bareng teman-teman seperjuangan ku di Cirebon, seruu sekali rasanyaa,, setiap mau buka puasa nyari makanan bareng - bareng, terus waktunya sahur, goreng lauk di kontrakan, kalo lagi males, yaa keluar dini hari ke tukang pecel lele, makan bareng lagi ... pengalaman yang indah ...

Selama bulan puasa, sesekali aku bukber dengan teman-teman sekolah ku yaitu teman SMA karena sudah lama kita gak ketemu,, apalagi aku jarang ikut kumpul, sekalinya ikut alhamdulillah sih seru - seru aja heheee... 
***
Handphone ku bergetar dan tahu - tahu ada pesan dari U, nadanya terkesan marah - marah karena tersinggung dengan postingan ku di facebook.. padahal facebook ku saja sudah dia remove, yaa entahlah mungkin ada yang menyampaikan atau dia sendiri yang membuka? Wallahualam... tapi sungguh postingan ku itu tidak bermaksud nyindir melainkan untuk diriku sendiri, introspeksi, dan berlaku untuk umum. Aku juga sama, kalo ada postingan orang yang kurang enak gitu terus menurutku agak nyindir, aku cuek aja, mungkin dia ada benarnyaa, kalo dia niatnya emang gak baik kan itu masalah dia, jadi gak ada urusan denganku. Apapun yang aku post dia menyangka itu buat diaa.. padahal untuk umum. Kata Bang Tere sih "Kalo gak suka dengan postingan orang ya gak usah dibaca atau remove, gak usah tersinggung, bijaklah dalam menggunakan media sosial" maksud beliau ngapain diambil pusing? kalo gak ada masalah lagi? gitu kan. Yaa tapi manusia beda - beda sih ... baper atau bawa perasaan berarti masih punya perasaan tapi kalo menanggapinya berlebihan? kan jadi suudzon. 
Lanjut lagi yaa... Aku menanggapi pesannya baik - baik, tetapi ujung - ujungnya dia marah - marah, dan aku lebih memilih "read" saja diam, daripada ku ladeni tidak ada habisnya.

Alhamdulillah bulan puasa ku lewati dengan hati yang gembira, gak kerasa akhirnya lebaran yeayy!! Gak lama setelah aku pulang ke Karawang waktu itu aku habis pulang kampung dari Brebes dan Wonogiri. Tiba - tiba , sore hari, U datang kerumah lebaran dan minta maaf okee setelah itu clear .. (obrolan kami saat itu privasi karena nanti takut ada yang baper? haha upz .. ngga .. maksudnya gak penting obrolan itu aku share disini). Nah jadi yang jelass, aku sudah membatasi pertemuan dengan dia, cukup say hello aja kalau ketemu, yaa kita temenan baik aja, gak usah ada jalan - jalan lagi, kontekan basa - basi atau bercanda kayak dulu. Yaap cukup biasa aja.
U juga sempat menawarkan bantuan ketika aku mau melakukan penelitian untuk skripsi, tapi aku lebih memilih mengerjakannya sendiri karena aku positive thinking, Insyaallah bisa selagi ada usaha. Ternyata alhamdulillah lancar walaupun aku melakukannya sendirian. 

***
Aku tidak menyangka bisa ikut sidang skripsi gelombang pertama, padahal dikejar - kejar waktu banget, sesudah penelitian, mengkaji data, olah data, konsul ke dosen pembimbing ehhh malah salah semua katanya ngitungnya hahahaa akhirnya disuruh hitung ulang, tapi aku tidak menyerah sampai bener, sampai dapet ACC dari dospem 1 dan 2... tentunya itu dengan pengorbanan dan gak putus asa.. mental nya harus kuat walaupun sering diomelin di sentak gak apa-apa aku gak pernah bantah, yang penting skripsi ku kelar, beres dan lulus tepat waktu.

Alhamdulillah aku dinyatakan lulus pada tanggal 29 Agustus 2017, tepat waktu pas 4 tahun karena aku masuk kuliah mulai September akhir tahun 2013.. tentunya ini kabar bahagia juga untuk orang tuaku..  IPK ku juga alhamdulillah  diatas 3,00 heheheee. 
Tentunya aku merasa jadi lebih mandiri, lebih tidak ketergantungan sama orang lain. Jujur saja, dulu saat masih dekat dengan U, aku sering dibantu dalam hal apapun, saat ada masalah, teman sharing juga, maksud nya sih baik, tetapi lebih ke diri akunya.. kalau terus - terusan dibantu malah jadi gak mandiri.

Semenjak sudah tidak dekat lagi dengan dia, aku merasa banyak perubahan dari dalam diriku sendiri,, aku jadi lebih mandiri, lebih cuek artinya tidak terlalu masukin ke hati perkataan orang yang ngga-ngga, jadi jarang menghabiskan waktu untuk hal - hal yang kurang penting, keseringan jalan - jalan keluar rumah, telponan berjam - jam serta chattingan terus - menerus (sebenarnya chattingan gak apa - apa asal gak tiap waktu, kalo lagi sibuk ya kembali ke urusan masing - masing dulu), kalo dipikir - pikir waktu sebanyak itu bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat .. sekarang aku lebih memilih menggunakan waktu itu untuk membaca, atau belajar menulis.... terus jadi lebih semangat untuk menggapai cita - cita... fokus dengan masa depan... 

Notes: Pernah dengar suatu kata - kata? Bahwa wanita yang disakiti, pada suatu hari ia bisa berubah menjadi wanita yang kuat dan tangguh? Gak akan sama lagi kayak dulu? Itu benar!! 
Jangan jadikan sakit hati sebagai alasan kita gak bisa maju... jangan biarkan sakit hati menghalangi kita untuk mengejar cita - cita... Jangan dengarkan perkataan orang yang ngga-ngga cukup tutup telinga dengan kedua tangan kita dan lanjut terus kejar impian!
So, ladies .. perempuan itu kuat dan berharga.. Rasanya tidak pantas meratapi sesuatu yang memang hanya merugikan kita nanti... hanya karena sakit hati/suatu masalah kita gak gerak, macet dijalan terus gak mau lanjut.... sayang bangettt .... Kita harus bangkit! Jangan pernah mau kalah dengan keadaan. Ada masalah, ya hadapi aja, kalo sakit hati gak usah keterusan, kamu bisa sibukkin diri dengan hobby kamu,, atau aktivitas yang lain.. nanti lupa deh, malah jadi bahagia sendiri kita.

Cukup sekian sekuel dari kisahku yaitu Aku pernah Jatuh Part 2.
Kisah ini,, sekali lagi yaaa... maaf dicermati lagi bukan untuk memojokkan siapapun, tenang.... penulis berbagi bukan karena belom move on yah..hahahaha tp untuk menuangkan pikiran dan berbagi pengalaman, karena di kisah - kisah sebelumnya yang udah di post lama juga sama kok kisah nyata juga, so bukan rekayasa yaaa!! haha... Semoga pelajaran yang terkandung dalam kisah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Aamiin :)

Saturday, 18 November 2017

Aku pernah Jatuh Part 2

Aku menangis,, hatiku sangat sedih kala itu ... mendengarnya berbicara yang tidak biasanya ... bisa dibilang dia menarik ulur hatiku, tadi bicaranya tidak enak, nanti2 meminta maaf dan merasa bersalah.. kau tahu? wanita lemah dalam soal perasaan, sekali kau membuatnya jatuh cinta, maka dia akan halus perasaannya, sekali kau membentak dia akan hancur perasaannya...

Aku tidak ingat waktu itu hari apa, yang jelas ku ingat waktu malam sehabis pulang dari RS, aku chattingan dengannya.. masih sama, dia masih aneh .. rasanya ada yang ingin dibicarakan kepadaku namun belum sanggup untuk menyampaikannya, ada yang di tutup - tutupi ,,
Yaa sepulang aku PKL di RS aku pergi bersama teman - temanku kemall yang ada di Cirebon naik angkot ...sepanjang jalan aku chattingan dengannya ... sungguh hatiku kalut saat itu, aneh, tidak tenang ... 

Akhirnyaa ... dia bilang ,, bahwa dia sudah tidak ingin dekat denganku lagi karena dia sedang mendekati temanku .. aku biasa saja kala itu tidak mikir yang macam - macam. Pikirku.. loh memang kenapa kau dekat dengan temanku? sah - sah saja, kita kan gak pacaran... layaknya aku dekat dengan teman lawan jenisku yang lain namun aku tidak punya perasaan khusus dengan mereka ... dan dia belum menjelaskan apa - apa lagi kepadaku .. yang jelas intinya dia sudah tidak ingin dekat denganku artinyaaa sudah berakhir hubungan dekatku dengannya selama lebih dari 2 tahun itu ...

Sebelumnya dia sudah komitmen bahwa "tidak apa2 tidak berpacaran denganku yang penting dia sayang kepadaku dan bisa dekat denganku, dia juga memutuskan untuk tidak berpacaran dengan siapapun karena dia hanya sayang kepadaku (saat itu). Aku pun sama komit gakmau berpacaran dulu, maka aku akan menjalani hubungan dekat dengan dia.. masalah jodoh atau tidak hanya Allah yang tahu. Aku pasrah .... Aku tidak pernah curiga kepadanya sedikitpun karena aku percaya, dia bermain dengan teman perempuannya, aku tidak masalah, begitupun aku,, main dengan teman lawan jenisku ... dia pun memaklumi .. tetapi masih ada rasa sedikit cemburu dihatinyaaa.. yaaa semua ketahuan setelah berakhir ,,

Aku mempunyai teman lawan jenis baru yang hobby nya membaca, sama dengan ku, sebut saja namanya C  walaupun baru - baru itu aku mulai menyukai membaca, kesukaan ku itu dimulai dari bulan Februari 2017, mula - mulanya aku iseng beli novel Tere Liye dengan judul "Tentang Kamu" yang halamannya mencapai 500an lembar, aku membaca buku itu hingga selesai dalam beberapa hari, kemudian aku ketagihan membaca dan akhirnya membeli novel yang lain. Yaa .. temanku itu yang hobbynya sama dengan ku mulai menawarkan diri untuk tukeran novel dan akupun mengiyakan, toh hanya tukeran novel saja,, bukan untuk yang lain - lain ... 

Tapi .. ternyata dia cemburu buta,, dia menyangka aku dekat "intens" dengan si C .. semenjak itu waktu dia mengatakan sudah tidak ingin dekat denganku lagi, dia menjadikan C sebagai alasan dia cemburu buta .. padahal dia tidak tau kebenarannya bahwa aku hobby membaca samasekali bukan gara2 si C melainkan karena dari diriku sendiri.

Alasan yang ke - 2, dia ingin segera menikah, sedangkan aku masih harus menempuh pendidikan ku dan setelah lulus ingin bekerja sesuai bidang yang ku pelajari selama kuliah. Sungguh aku tidak mengapa jika alasan dia seperti itu asalkan dari awal dia bilang... tidak setelah aku mengetahui bahwa dia berpacaran dengan temanku. Why you not tell me early? Memang aku tidak punya hak samasekali untuk melarang dia ingin berpacaran dengan siapapun, tapi kenapa gak bilang dari awal? Jika memang sudah jenuh denganku, aku sangat sibuk PKL (ngerjain tugas dann begadang) sehingga suka telat merespons pesannya, atau aku mungkin belum dewasa karena sering melampiaskan emosiku kepadanya karena berbagai masalah (kuliah, omongan orang dll). Jujurlah walau itu menyakitkan. Karena memang itu kenyataan yang harus aku terima. Jika aku mungkin dalam penilaian dia kurang memperhatikan dirinya saat itu.. Kala itu aku berubah layaknya "worka holic" karena memang dipikiranku, fokus tugas dulu, yang lain nanti .... bukan karena aku cuek. Itu adalah kewajibanku dan tanggungjawabku sebagai mahasiswa yang sedang bertugas di Rumah Sakit. Sungguh, sah - sah aja jika memang butuh perhatian dari wanita yang lebih mempunyai banyak waktu luang untuknya .... 

Aku tahu mereka berpacaran pada awal Mei 2017. Kabar itu pertama kali ku dengar dari sahabatku yang bernama R. Awalnya dia menanyakan apakah benar U berpacaran dengan H ? dan aku sangat kaget tidak percaya, sekaligus bertanya - tanya, kemudian R jadi bingung ... karena kemarin2 R ngobrol via Whatsapp dengan H, dan ternyata H mengaku sendiri sudah berpacaran dengan U, kemudian aku dikasih screenshootnya ... 

Aku sendiri langsung konfirmasi via bbm dengan U, bertanya langsung apakah itu benar? dan dia jawab Ya. Oke saat itu juga aku merasa benar - benar sedih dan kecewa, ku ingat komitmen dia yang dulu dia ucapkan, ku ingat kalimat - kalimat nya yang membuatku yakin bahwa dia gak akan pernah mengecewakanku ,, tapi,,, Allah berkehendak lain.. Allah Maha membolak balikkan hati manusia,, tiada yang bisa menjamin itu semua. Allah sudah memberikan jawabannya... dan bagaimanapun,, itu yang terbaik .... 

Pada saat itu juga aku sudah tidak mau merespon perhatian yang diberikan oleh U, dia meminta maaf karena sudah menyakitiku,, dia bilang bahwa dia akan tetap memantau keadaanku.. dan ku menolak,, aku tidak akan membalas pesannya lagi seperti dulu aku senang bisa membalas pesannya... Dalam hatiku sudah tidak ingin berhubungan dekat lagi dengan dia, selain karena kecewa juga karena dia sudah mempunyai pacar, rasanya tak pantas jika aku masih chattingan dengan dia seperti biasa ... seperti aku bergantung padanya saja ,, aku bisa tanpanya.

Aku berterimakasih kepada temanku R yang sudah memberi tahu berita itu ... Jika aku tidak tahu mungkin aku seperti perempuan bodoh saja yang dekat dengan laki2 yang sudah punya pacar.. aku tidak mau ... dan rasanya itu lebih sakit jika aku tahu belakangan .. 

Akhirnya R juga support aku,, dan memintaku untuk jangan bersedih lagi apalagi sampai memusuhi H.. aku tidak pernah memusuhi H, sungguh bagaimanapun juga dia adalah teman ku .. 

Semua itu lambat laun berlalu ... 

Hikmah dari kisah ini: Jangan berharap kepada manusia ,, berharap selalu dicintai, disayangi dll.. karena hati manusia bisa berubah - rubah seiring berjalannya waktu,, jika orang itu benar - benar sayang dengan kita, maka dia akan terus memperjuangkan kita, dan tidak menutup - nutupi sesuatu... Cintai dia sewajarnya .. maka ketika dia pergi kamu akan sakit sewajarnya .. Ini juga bukti Allah sayang .. karena telah menunjukkan semuanyaa ..

Kisah ini ditulis berdasarkan kisah nyataa .. yang penulis alami sendiri ... bukan untuk ngungkit - ngungkit loh .... setiap kisah punya pelajaran didalamnya... 

Note: Tujuan penulis membagi kisah ini bukan untuk memojokkan siapapun .. penulis hanya ingin berbagi pengalaman saja.. 

Silahkan baca sekuelnya .. "Aku Bangkit"

Sunday, 5 November 2017

Aku pernah Jatuh Part 1

Mungkin kalian berpikir tulisanku ini mengarah ke “curhat”, tapi yaa memang benar sih.. tidak apa lah aku hanya ingin berbagi pengalamanku saja,, dulu … dikala itu …
Aku hanya seorang wanita yang sama seperti wanita pada umumnya: sensitive, tidak suka ketika salah dibentak atau dicuekin.

Tidak sedikit laki – laki yang ingin mengenalku lebih jauh, sehingga aku sulit untuk membedakan mana lelaki yang benar – benar serius dan mana yang cuma iseng saja. Butuh waktu yang cukup lama untuk mengetahui semua itu. Maka dari itu aku memutuskan untuk tidak berpacaran, mengapa? Pikiranku pacaran itu identik dengan kontak fisik, sedangkan aku tidak mau melakukannya kecuali sama suami ku nanti, aku sayang tubuhku… rasanya aku tidak rela tangan/badan/kepala bersentuhan dengan lawan jenis yang statusnya belum sah jadi suamiku, kecuali dalam keadaan darurat lagi jatoh misalnya gak bisa bangun dibantuin, tapi untung aja tidak pernah hehe… Jika kalian menilaiku sok suci.. terserah ... tapi inilah aku,, 

Mungkin lain keadaannya jika ada seseorang yang benar - benar ingin serius menjalin hubungan denganku, lebih dari sekedar teman, dia mengerti bahwa aku orangnya tidak biasa kalau harus layaknya orang pacaran (seperti yang ku sebutkan sebelumnya) dan dia bersedia untuk tidak mementingkan egonya, hubungan lebih dari sekedar teman itu, kami jalani sebagai "penjajakan", jika sekian lama dekat dia yakin kepadaku dan ingin melanjutkan hubungan ke tahap selanjutnya, alhamdulillah, jika tidak lanjut pun misalkan dia merasa kurang cocok, atau tidak yakin, aku harus terima keputusannya tapi harus disertakan dengan alasan yang jelas, akupun dengan segenap hati mencintai dia sewajarnya hingga tiba saatnya nanti, ku sudah berdoa kepada Allah jika memang dia jodohku, maka persatukan kami diwaktu yang tepat. Aamiin

Kala itu, ketika aku merasa jatuh cinta dengan seseorang yang menurutku memiliki perasaan yang sama, aku samasekali tidak pernah menggenggam tangannya, memeluk tubuhnya, atau bersandar dibahunya apalagi menciumnya. Mencintai tidak melulu harus kontak fisik, toh kalau dia memang benar jodohku, nanti seluruh jiwa ragaku akan jadi hadiah untuknya. Bukan aku munafik, tapi aku hanya berusaha menjaga diriku saja, dan laki – laki yang benar mencintaiku pasti mengerti.

Aku tidak berpacaran, tapi aku pernah mencintai, dengan caraku sendiri.. mencintai seseorang yang juga mencintaiku…. Tetapi kami jalani hubungan itu sebagai teman saja… namun dalam keseharian kami saling perhatian dan saling support. Ketika ada waktu luang kami pergi jalan – jalan, atau hanya mengobrol santai dirumahku. Kami sangat menikmatinya…

Tadinya, aku samasekali tidak tertarik dengan dia sebut saja namanya U, tetapi dia rela mendekatiku terus – terusan saat aku masih kuliah semester awal tahun 2013.. dia lebih tua dari aku.
Akhirnya aku luluh juga dengan kepedulian dan perhatiannya, aku rasa dia benar – benar tulus sayang padaku, dan aku juga sayang padanya.

Manusia hanya bisa berencana, tapi tetap Allah yang menentukan. Pada saat itu awal April 2017 aku merasakan ada yang berbeda dari sikapnya.. dia jadi lebih emosional, bentak – bentak dan sampai membuatku menangis. Padahal sebelumnya dia orang yang sabar, penuh pengertian dan tidak suka membentak.

Aku sudah berkali kali meminta maaf padanya apabila aku terlalu sering marah – marah gak jelas, atau kata – kataku yang menyuruhnya “pergi saja”, aku tidak sungguhan mengatakan itu, aku hanya emosi saja, lebih parahnya lagi saat itu aku menangis di kereta dalam perjalanan ke Cirebon untuk survei kontrakan dengan rekan PKL ku… teman ku hanya bisa menatapku sambil membisu tidak berani menanyakan kenapa Adelina menangis? Dalam perjalanaan pulang dari Cirebon ke Karawang pun aku menangis lagi, pertikaian diantara kami belum juga berakhir. Aku tidak tahu mengapa.
Setelah sampai di karawang aku chatting dengan dia via bbm dan masih samaa dia jutek, dan masih bentak – bentak pokoknya bahasanya gak enak.. aku belum berhenti menangis juga… esok harinya aku mendapat kabar dia dirawat di Rumah Sakit aku menjenguknya dengan kedua temanku, dia minta maaf sudah membentakku, dia melakukan itu katanya cuma mau ngetes aku sabar atau tidak… ternyata aku beneran ngrasa bersalah mungkin udah terlalu sering marah2 karena stress mikirin kuliah atau apapun….

Sebelum aku berangkat ke Cirebon untuk PKL selama 45 hari, aku pamit dengannya H-1 malam ba’da isya dengan adikku yang perempuan…
Aku gak nyangka malam itu adalah malam pertemuan terakhir ku secara baik – baik dengan dia.

Waktu berjalan tak terasa sudah 7 hari aku tinggal di Cirebon, hubunganku dengan dia masih baik2 saja, tetapi tiba – tiba.. pagi2 dia bikin status di bbm: bahwa dia sudah ada yang menghibur, aku baru bangun tidur saat itu, jelas tidak mungkin aku yang menghibur dia, tapi aku tidak menghiraukan aku bukan tipe pencemburu buta… maka aku tidak curiga sedikitpun.


Nada dia di bbm berubah lagi, menjadi jutek lagi,, aku bingung salah apa lagi? Aku meminta maaf lagi kepadanya .. kemudian dia menelponku, aku menangis lagi… aaaah aku cengeng sekali .. mudah bersedih ,, aku sulit menahannya.. karena hati sudah pulih tahu2 sedih lagi ….

Note:
Kisah ini ditulis berdasarkan kisah nyata... Move ke sekuelnya yukk!! hehe "Aku Pernah jatuh Part 2

By :
Free Blog Templates