Thursday, 30 August 2018

Berdamai dengan Waktu Part II


Waktu itu dinikmati. Bukan diratapi. Hidup seperti roda yang akan terus selalu berputar sampai waktu terhenti. Kadang diatas, tidak jarang juga dibawah. Jangan ribut dengan pencapaian/kebahagiaan orang lain. Jangan sombong juga dengan apa yang sudah kita raih selama ini. Gelar, prestasi, ilmu, karir dan pencapaian lain.


Orang yang tahan banting, akan selalu menghadapi bukan menghindari. Tiada waktu tanpa masalah. Orang mati saja masih harus menyelesaikan masalah amalan ibadah di alam barzakh.

Terlihat periang dan berani bukan berarti gak pernah bersedih. Percaya atau gak? Wanita yang sering mengalami kejadian menyakitkan besok-besok tumbuh menjadi wanita yang jauh lebih kuat bahkan mengagumkan (Tere Liye). 
Dilupakan/dijatuhin teman sendiri, disakiti pujaan hati. Sudah umum terjadi. Dan masih banyak lagi.

Untuk yang saat ini hatinya sedang diuji dalam masalah apapun: cinta, karir, keluarga. Yang tentunya memenuhi pikiran dan membuat gejolak luar biasa dihati. Jalani saja alurnya, dan selalu berdoa memohon ketentraman hati beserta solusi kepada-Nya. Memang praktik tak semudah teori. Tapi percaya, akan lebih damai jika sudah berusaha sabar dan ikhlas. Ketika masalah kian berlalu, pasti akan mengerti hikmah dibalik kejadian yang dialami.


Saat terkena masalah/sakit hati, pastilah emosi, bahkan lebih parah yaitu merasa marah kepada Tuhan. Mengapa Allah gak adil? Mengapa aku baik tapi sering disakiti.
 
Aku gak munafik. Siapa yang tidak hancur saat disakiti? Rasanya ingin marah, ingin membalas, berdoa menyumpahi. Tapi untuk apa?
Jangan pernah membalas kejahatan seseorang. Dalam bentuk apapun.

Untukmu yang sadar pernah menyakiti seseorang. Minta maaflah dengan orang tersebut dan mohon ampun juga kepada-Nya. Jika setelahnya ada kejadian menyakitkan menimpa dirimu, anggaplah itu teguran. Dia menyayangimu. Ingin kau sadar bahwa disakiti itu perih. Lantas berubahlah setelahnya.

Pengalaman 1:
Temanku bertanya: Adel, gimana caranya lo bisa move on dan ikhlas waktu disakitin sama orang yang udah dekat lama?
Dia bertanya seperti itu karena sedang ingin melupakan seseorang.
“Kebetulan, ketika masalahnya sudah mencapai klimaks, aku sedang praktik di RS, jadi kesibukan membantu banget untuk melupakan seseorang”. Maksudnya disini move on ya. Apalagi dalam kondisi sakit hati yang gak ketulungan haha *lebay. Jadi, gak sempat mikirin orang itu lama-lama. Paling 3 hari sedih, sering curhat sama orang tua dan sahabat. Ditambah lagi, selesai praktik langsung nyusun skripsi.
Jadi kedepannya udah gak begitu mikirin ”Selebihnya ikhlas.

Gak musuhan. Gak dekat juga. Biasa aja. Maksudnya gak usah basa-basi lagi di media sosial mana pun. Kalau ketemu tegur aja kayak biasa.

Pengalaman 2:
Pernah dijatuhin sama teman sendiri. Di depan teman-teman organisasi. Sampai dibuat sedih sekali olehnya. Hahahaaa ..
Bukan buat ngungkit-ngungkit ya. Tapi hikmahnya aku jadi lebih kuat sekarang. Bodo amat orang mau bilang apa. Selagi perbuatanku gak merugikan/menyakiti orang lain.
Sampai sekarang kalau ketemu masih suka negur atau ngobrol biasa lah.

Ketika bertemu dengan seseorang dimasa lalu. Jangan benci. Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Layaknya diri sendiri yang tentu pernah menyakiti orang lain secara sadar/tidak. Introspeksi dan perbaiki. Jangan mengulanginya.

Ikhlas justru mendamaikan. Karena kejadian dimasa lalu gak akan bisa dilupakan. Sekuat apapun usahamu. Percuma. Berdamailah dengan waktu. Butuh proses. Dengan pertolongan-Nya, tentu bisa. Karena Dia gak akan membiarkan hamba-Nya sendirian dalam kesedihan. 
Setiap kepergian/kehilangan pasti akan digantikan dengan yang lebih baik. Nikmatilah waktu, sambil memperbaiki diri, menjalani karir, hingga saat-saat indah itu datang serta bisa membawa kita menuju Jannah-Nya.
 
Banyak cacian dan gunjingan tentu gak menjadikan kita tumbang. Teruslah fokus dengan kegiatan, berbuat kebaikan dan berkarya. Hingga lama-lama, cacian tersebut bungkam dengan sendirinya.
Meskipun selama hidup, pasti tiada yang berhenti untuk tidak menyukai kita.
Namun inilah hidup dengan waktu yang terus berputar. Kalau bisa berdamai dengannya. Maka semua akan selalu baik-baik saja.
 
Enjoy your life. Don’t waste your time.

Sumber gambar : www.google.com

Berdamai dengan Waktu

Waktu bergulir sangat cepat. Dimana seluruh peristiwa atau kejadian, lambat laun berlalu dan sudah tertinggal jauh disana.

Banyak hal yang harus dipelajari dari masa lalu, kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat. Tentunya gak hanya satu atau dua kekhilafan, tapi sangat banyak. Mungkin gak terhitung. Kesalahan terhadap diri sendiri maupun orang lain.
 
Kekhilafan tersebut lantas gak boleh membuat kita menyalahkan diri sendiri. Melainkan wajib diperbaiki agar gak jatuh kedalam lubang yang sama.
Kenapa harus berdamai dengan waktu? For self reminder. Masa lalu bukan untuk disesali. Apa yang sudah terjadi, semua adalah pembelajaran.
Yang bisa kita lakukan hanyalah berdamai dengannya… dengan waktu…. dengan masa lalu. Bukan melupakan tapi ikhlas, karena segala peristiwa yang terjadi merupakan ketetapan-Nya yang tentu saja bukan tanpa alasan.
 
Masa lalu memang sering berakhir menyakitkan. Kalau menyenangkan, harap hati-hati!! Hahaa… Masa lalu yang indah justru membuat kita terkenang-kenang. Kemudian, sulit move on pun terjadi. Pppfftt kuharap kau bisa menghargai pasangan dimasa depanmu nanti. Kalau bisa berdamai dengannya. Artinya kita sudah berbesar hati. Meskipun prosesnya ada yang lama/sebentar.

***
Sekedar pengalaman aja. Kalau kau masih ingat dengan Firman dan Detri dalam ceritaku yang berjudul “Satu Rasa”. Mereka adalah laki-laki yang sempat berlabuh dihatiku saat SMA. Dari sekian laki-laki yang mendekati, hanya mereka berdua yang benar-benar menumbuhkan rasa. Firman saat kelas 10-12 awal, sedangkan Detri kelas 12 sampai aku masuk kuliah. Hahaaa cinta monyet banget kan. Sampai sekarang mereka masih berteman baik denganku.
 
Firman sudah mempunyai tunangan. Sedangkan Detri sedang berusaha mencari calon pendamping hidup melalui proses ta’aruf. Terkadang dia curhat juga mengenai seseorang yang sedang dekat dengannya. Luar biasa. Aku sama sekali sudah tidak ada perasaan apa-apa terhadap mereka. Murni hanya berteman.
 
Kalau kau berpikir mereka mantanku? Bukan. Heheee. Mereka hanya sudah mengisi hatiku saja kala itu. Kami gak pacaran. Hanya dekat namun saling suka. Teman tapi mesra? Gak juga. Secara fisik memang gak pernah. Tapi secara verbal pernah hehe, meskipun kebanyakan mereka yang menunjukkannya. Bukan aku. Maklum gengsi haha.
 
***
Kalau kalian berpikir, berteman dengan masa lalu bisa menumbuhkan rasa lagi. Bisa jadi. Tapi belum tentu. Tergantung individunya dan Allah Maha Membolak-balikkan hati manusia.
Apalagi dulu dekatnya gak berlebihan. Biasa aja. Jadi gak ada momen-momen spesial yang sampai membuatku terkenang-kenang.

Kemudian ada Hadi juga. Dia masa lalu ketika masuk kuliah sampai semester 8 awal. Ada suatu hal yang membuat hubungan dekat kami selesai. Hehehe tapi sungguh aku telah memaafkannya. Sekarang aku dan dia benar-benar biasa saja. Gak berhubungan/kontekan lagi. Bukan karena aku benci. Melainkan seperti ini jauh lebih baik. Disamping sudah tidak ada perasaan apa-apa sama sekali, aku juga sangat menghargai pasangannya yang sekarang.  
 
***
Terima kasih. Perasaan itu sudah hilang semenjak setahun yang lalu. Bersikeras aku teguh pendirian, bahwa aku akan terus berusaha memperbaiki diri. Agar kelak mendapatkan cinta yang selayaknya. Cinta yang benar-benar pantas kudapatkan dan kuberikan kepada dia yang masih menjadi misteri dalam duniaku tapi sudah tertulis didalam daftar-Nya. 
Mencintai tidak melulu harus seperti orang-orang pacaran kebanyakan, umbar sana-sini, update lagi dimana dll. Aku punya cara sendiri untuk mencintai.
 
                                           
Aku akan berdamai dengan kalian. Berdamai dengan waktu, yaitu masa lalu hingga sekarang. Terima kasih.

Tokoh dalam artikel ini menggunakan nama samaran demi menjaga privasi :D

Picture source: www.google.com

Saturday, 18 August 2018

Say No to Body Shaming!

Dalam kamus gizi, berat badan berlebih disebut overweight sedangkan berat badan kurang adalah underweight (Pergizi Pangan Indonesia). Berat badan yang gak normal memang bisa memicu berbagai penyakit. Tapi kali ini aku gak mau bahas soal itu, karena kondisi itu tergantung tubuh orang itu sendiri. Banyak juga kan yang berat badannya bermasalah tapi sehat-sehat aja? Paling kendalanya hanya “kurang percaya diri karena merasa gak sedap dipandang”.

Now do you know about body shaming? Yaitu mengomentari/mencela fisik seseorang.



Komentar yang jelek-jelek deh, misalnya :
Buat yang kurus :
“Ehh lu makan mulu tapi gak gemuk-gemuk, cacingan ya?”
“Gue mah masih mending ada dagingnya, lah lu cuma tulang doang”
Yang gemuk :
“Perasaan lu diet gak kurus-kurus, cape deh”
“Keturunan lu gendut”gendut semua ya? Pantes aja susah kurus”
Dan masih banyak kata-kata yang menurut kalian “biasa” tapi ternyata bisa menyakiti mereka loh, dengan tameng “Ahh masa gitu aja cemberut/ngambek, baper banget” Stop saying like that guys!

Mengomentari/mengejek fisik orang lain bukan suatu kebanggaan.

Dalam Al-Qur’an juga jelas ada larangan mengejek sesama teman.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela sekumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka.Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela sekumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang dzalim”(QS. Al-Hujurat:11).


Lagian apa untungnya sih komentar kayak gitu? Kan udah jelas terlihat fisik mereka dari dulu memang sudah seperti itu. Untuk apa diomong-omongin ke orangnya? 
Mau bikin mereka down dan minder? What a fool idea guys!
Terus apa untungnya juga buat kita? Membuat kita lebih baik dari mereka? Kan ngga.


Justru mengejek/membicarakan kelemahan/kekurangan seseorang akan menunjukkan betapa jeleknya diri kita sendiri. 

Sebagai self reminder juga. Aku memang gak suka mengomentari fisik orang, mau gimana pun dia, sekalipun temen deket/sahabatku sendiri.  Tapi siapa tau aku pernah menggumam di dalam hati, dan sama aja itu dosa. Seperti membandingkan diriku dengan orang lain hingga terjadilah secara tidak sadar rasa sombong/ujub (merasa lebih baik dari orang lain.
Astaghfirullah …

Jadi ya, artikel ini dibuat untuk saling mengingatkan aja. Bahwa setiap manusia punya kekurangan. Gak sepantasnya kita mengomentari kekurangan fisik orang lain.

Untuk yang kurus/gemuk. Gak usah dengerin mulut-mulut yang berkicau itu ya. Karena bagaimanapun fisikmu, kamu tetaplah cantik/menawan! Terlebih jika hatimu baik dan tulus. 

Sumber gambar : www.google.com

Wednesday, 8 August 2018

Fake Interview Invitation

Undangan wawancara kerja palsu. Kenapa orang jahat sekali ya? Menipu orang yang jelas-jelas butuh pekerjaan, butuh uang dan jumlahnya gak sedikit.

Mereka dengan niatnya menyusun rancangan sedemikian rupa untuk memalsukan alamat kantor/perusahaan, alamat email dan info-info palsu lainnya.

Nah aku pun berpengalaman mendapatkan undangan itu. Yaa sebelumnya siapa sih yang gak senang dapat panggilan kerja? Fresh Graduate gitu. Dihubungi via sms aja udah kepalang kayak menang lotre. Haha Lebayy. Tapi serius deh. Ternyata itu adalah sebuah penipuan.

Tapi, kita bisa tau kok ciri-ciri undangan interview hoax itu kayak gimana.

Pertama, bisa dikabari via sms/email dan jadwal test interviewnya bersifat mendadak. Misal disms hari rabu, hari kamisnya suruh datang atau bahkan bisa ditanggal merah.
Kabar interview itu terkesan memburu-burui calon korbannya, malah justru dia yang ngebet pengen kita datang karena dia yang getol menghubungi kita terus.

Kedua, nomor telepon dan alamat gak sesuai dengan kantor/perusahaan aslinya, atau bahkan perusahaan itu gak ada info lengkapnya di web.
Apalagi dia memberikan alamat untuk pelaksanaan testnya di ruko atau tempat-tempat gak resmi, wah udah jelas banget itu bohongnya.

Ketiga, lokasi perusahaan yang kita lamar berbeda dengan lokasi test.
Kayak gini nih, misalnya kita lamar di daerah Jakarta, ehh dipanggilnya di Bali. Dengan mengatasnamakan perusahaan dan profil yang sama persis/meyakinkan, serta diiming-imingi akan diganti uang akomodasi dan lain-lain.

Keempat, ini sebenarnya udah hampir masuk ke apes line sih, kalau udah kepalang tau mau ketipu saat udah di lokasi, karena dimintain uang dengan alasan untuk administrasi, mendingan cabut aja deh, pura-pura gak bawa uang. Jumlah yang diminta biasanya ratusan ribu – jutaan.

Nah seperti itulah ciri-ciri Fake Interview Invitation versi aku, karena aku udah beberapa kali dapat panggilan kerja dan pernah percaya tapi gak pernah sampai datang sih. Masih diingetin untuk ngecek lagi dan ternyata fix Fake/Hoax xD

Lebih baik melamar pekerjaan yang udah pasti-pasti aja websitenya, dan lebih yakin lagi kalau emailnya depannya ada recruitment hrd blabla.. Meskipun gak semua juga email gmail/yahoo menipu. Bisa jadi karena keterbatasan system. Contoh: Rumah Sakit kecil atau masih tipe C/D 


Selalu hati-hati aja ketika dapat panggilan kerja :D

Kalau kamu punya pengalaman yang sama atau versi yang berbeda, boleh lah share disini ;)

Friday, 20 July 2018

3 Cara Mengecilkan Resolusi saat Scan File

Mungkin udah banyak yang tau mengenai cara mengecilkan resolusi waktu scan file. Tapi, disini aku share aja, siapa tau masih ada yang bingung caranya hehe. Sambil nambah-nambahin referensi di google :D
Sebelum mengecilkan resolusi, pastikan punya printer sendiri, sudah dalam keadaan dihubungkan dengan laptop, dan dibuka program scannya.
Kalau gak punya printer, it's ok. Minta tolong abang fotocopy, mau scannya dalam bentuk file apa? PDF or JPEG. Bilang jangan besar-besar resolusinya, misal: 50 atau 100 lah udah minimal.

1. Pilih tipe file. Lalu, pilih show more.



2. Pilih mau berapa resolusinya.



3. Nah hasil akhirnya macam-macam angka resolusinya. Semakin kecil DPI, maka semakin  kecil juga hasil akhir size KB-nya.



Selesai deh. Seterusnya tinggal atur-atur aja mau edit resolusinya berapa. Tapi harus diperhatikan juga yaa kejelasan filenya (tulisan masih kebaca, gak blur banget). Karena resolusi ini sangat berpengaruh dalam penggabungan file di MS. Word berupa dokumen lamaran kerja atau apapun yang biasanya akan di save dalam bentuk PDF pada hasil akhir (untuk dikirim ke e-mail perusahaan/instansi). 

Sebisa mungkin file PDF yang sudah rapi berukuran maksimal 500 KB, untuk memudahkan perusahaan mendownload file tersebut (gak kebesaran filenya). 
Kalau file udah kecil resolusinya, namun hasil akhirnya masih diatas 500 KB gimana? Biasanya ini banyak terjadi pada file PDF. Cara yang harus ditempuh adalah PDF harus dicompress.

Jadi, semakin kecil resolusi dari setiap file yang sudah discan, maka semakin kecil juga size hasil akhir dari penggabungan file tersebut.

Semoga bermanfaat ^^

Saturday, 14 July 2018

Selektif ≥ 20

Mungkin kalian bertanya-tanya dengan judul yang sudah kufinalkan di atas. Atau malah ada yang sudah bisa menerka-nerka, apa maksud dari ≥20?


Selektif sama dengan atau di atas 20. Artinya harus bisa memilih sesuatu/seseorang/apapun pada kisaran umur 20 tahun demi kebaikan diri sendiri.

Terburu-buru dalam mengambil keputusan tentu bukanlah suatu hal yang baik dan tepat. Dampaknya dalam jangka panjang. Banyak kasus dimana orang-orang sangat menyesal karena telah mengambil keputusan yang salah.
Namun, suatu hal yang terlanjur bukan berarti akhir dari segalanya. Solusinya adalah memecahkan masalah tersebut dan cari jalan keluarnya bersama-sama.
Seperti halnya selektif memilih pasangan.

Umur kisaran 20 tahun menurutku udah gak pantes untuk main-main lagi. Buat kalian yang masih single diumur segitu. Don’t worry guys! Kalian sama sekali tidak menyedihkan! Melainkan masih punya banyak waktu untuk mencari yang terbaik sambil memperbaiki diri.
Gak usah takut gak dapat jodoh. Wong jelas-jelas manusia diciptakan berpasang-pasangan. Pastilah kalian yang lagi cari tulang rusuk atau imam nanti dipertemukan disaat waktu yang tepat. Berdoa aja semoga panjang umur! Aamiin.

Jangan iri sama yang udah pacaran bertahun-tahun, bahkan belum menikah juga sampai sekarang. Bukannya aku menjelek-jelekkan. Aku doakan semoga mereka berjodoh. Karena kalau tidak, aku yakin 1000% status hubungan pacaran yang sempat indah itu benar-benar meninggalkan luka yang sangat dalam dan menyakitkan.

Nah untuk yang single.. Pasti kalian gak mau salah pilih pasangan hidup kan? Maka dari itu ada 2 jalan yang kalian pilih. Mau pacaran atau ta’aruf.
Aku gak menjudges orang yang pacaran pasti dosa atau dilaknat Allah Swt. Karena aku gak akan bahas konteks agama disini. So sensitive guys..
Kita pasti pengen punya pasangan yang akhlaknya baik, bertanggung jawab, pekerja keras dan bisa membahagiakan haha. Tampang nomor sekian. Tapi kalau OK itu hanyalah bonus.
 ***
Mengenal pribadi masing-masing itu perlu readers.. Mulai dari temenan, dekat, lama-lama intens. Biasanya cocok atau gaknya akan kerasa pas udah intens.
Disitu bisa dilihat, gak cocoknya dimana? Jangan lupa. Kalau emang merasa udah gak cocok, jangan menghindar/menghilang secara spontan. Diomongin baik-baik aja. Meskipun belum jadian, gak ada salahnya untuk jujur. Karena kalau menjauh secara spontan, gak jelas alasannya apa. Tiba-tiba pergi gitu aja jadi kayak PHP (Pemberi Harapan Palsu).
Mungkin yang meninggalkan merasa berhak, tapi akan menyakitkan untuk orang yang ditinggalkan. Apalagi kalau cuma salah satu aja yang merasa gak cocok.

Positifnya untuk yang kena PHP, jadi mereka tahu bahwa seorang PHP itu gak perlu diperjuangkan, karena dia sudah seenaknya mempermainkan perasaan orang. Biarkan dia pergi, lepas saja. Nanti akan ada seseorang yang bisa lebih menghargai perasaanmu.
Move on more better guys! Dijamin. Apalagi sambil melakukan hal positif seperti hobby.

Pelajaran nih ya, supaya gak kena PHP lagi, kalau ada yang mendekati kita. Gak usah terlalu semangat meladeni guys hehehe. Meskipun kita juga meredam rasa dengan si dia. Santai dulu, gak usah berlebihan. Karena, selagi gak ada bukti bahwa orang itu beneran serius sama kita, itu belum paten loh! 

Apalagi cuma sekedar omongan suka dan cinta. Tapi belum berani datang ke rumah, dan ngobrol sama orang tua. Duuhh.. Jangan baper dulu deh percaya!
Yang udah berani ke rumah aja gak jamin dia setia/serius, apalagi yang belum sama sekali.
Bukti itu perlu ya.

Jadi, kalau ada yang deketin. Fix. Biasa aja ladeninnya. Anggap mereka semua sama (hanya teman biasa). Selagi belum ada bukti.
Nanti ketawan. Siapa yang benar-benar berusaha serius, menarik perhatian kita beserta orang tua. Oke?
Nah itu yang dinamakan selektif. Gak asal nerima aja gitu, orang yang deket, apalagi diladenin semua. Nanti kasihan, mereka yang kita PHP’in hahaa.. Jangan lah.

Kalau kita gak mau dicubit jangan nyubit. Kalau kita gak mau sakit hati jangan menyakiti orang lain.
Tapi kalau kita disakiti jangan sekali-sekali balas menyakiti. Balaslah dengan kualitas diri kita. Yang semakin hari semakin baik, dalam hal apapun.
Jangan lupa berdoa kepada Sang Maha Kuasa, supaya kita diberikan pasangan yang baik, sayang dsb dan kita juga sayang. Aamiin.


Cerita ini aku tulis berdasarkan keadaan sekitar, teman-temanku maupun kombinasi dari orang lain. Semoga memotivasi!

Tuesday, 3 July 2018

6 Langkah Mengecilkan File JPG via Paint

Ingin upload file di situs untuk melamar kerja atau keperluan lain, tapi filenya kebesaran? Gak usah bingung. Disini ada cara yang simpel banget untuk mengecilkan file dari ukuran MB ke KB. Berikut adalah cara mengecilkan file JPG via paint yang selalu jadi andalanku selama ini... xD

Jadi, aku mau memperkecil file transkrip nilai, nah ini caranya :


1. Pilih file yang akan dikecilkan - Open with paint.



2. Klik resize


3. Muncul gambar ini - Ubah angka horizontal dan vertical yang atas


4. Dari 100 jadi 50 atau lebih. Bisa disesuaikan. Semakin kecil angka dirubah, semakin kecil hasil akhir ukuran KB nya.


5.  Jadinya seperti ini nih. Masih jelas gak pecah.

6. Save as deh!

Notes : File yang aku kecilin ini, tadinya 1,67 MB, setelah dikecilin jadi 714 KB. Kenapa kok gak jadi 500an KB? Karena dari resolusinya. Waktu discan kebesaran yaitu 300 DPI.
Resolusi juga ngaruh guys. Semakin kecil resolusinya, semakin bisa kecil lagi ukurannya ketika dikecilin di paint.
Saranku, coba perlahan-lahan aja dari 250 atau syukur-syukur bisa sampai 100 masih jelas tulisannya. Tergantung filenya.

Semoga bermanfaat yaa!!

Bagi yang belum tau cara ngecilin resolusi, aku mau share tapi dibeda judul yaa :) Hehee
"Cara Mengecilkan Resolusi saat Scan File"

Friday, 29 June 2018

Tips Aman Bergaul saat Kuliah “Jauh” (Di Luar Kota)

Banyak orang tua yang khawatir anaknya kuliah jauh-jauh ke luar kota apalagi sampai kost segala, terutama anak perempuan.

Waajarrr bangett… Kekhawatiran tersebut ada benarnya juga sih, takut anaknya kenapa-kenapa, belum lagi, kalau tidak terbiasa hidup mandiri. Berasa gak tega orang tua untuk melepasnya.

Nah, bagi yang sudah mencoba untuk out from the comfortable zone. Kalian luar biasa, udah mau mencoba hal baru, adaptasi dengan lingkungan baru dan lain-lain.
Beruntungnya, kalian diizinkan oleh orang tua untuk menuntut ilmu di luar kota dan hidup mandiri disana. Alhamdulillah. :D

Semoga sukses, lulus tepat waktu. Aamiin !!
Aku mau kasih tips supaya pergaulan selama kuliah bisa baik-baik aja. Dalam arti, gak salah gaul/jauh dari pergaulan bebas.

1. Lempeng
Tau lempeng? Bukan makanan yang terbuat dari ketan dalemnya isi abon itu yaa, HaHa. Lempeng disini maksudnya. Netral. Gak usah over kalau bergaul. Maksudnya, kalau ada teman yang ngajak nongkrong, boleh lah sesekali. Karena, penting juga untuk kita tahu karakter teman-teman. Semakin banyak teman maka semakin kita tau. Bahwa kita juga harus menyesuaikan/beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

2. Yang baik ikuti, yang ngga baik jangan!
Semakin banyak bergaul maka semakin kita tahu pergaulan mana yang sesungguhnya memberikan dampak negative/positif terhadap diri kita.
Tentunya kita tau dong, ketika ada teman yang ajak nongkrong, mereka ngajaknya kemana? Apakah cuma ke caffe, mall atau ke tempat” club? Diskotik? Atau nginep-nginep dikosan lawan jenis bareng-bareng?
Nah … pasti udah tau sendiri, jelas banget keliatan yang mana yang harus dihindari.
Kalau udah kepalang mau ikutan, misalkan temannya gak ngasih tau mau kemana. Mending cancel aja deh! Gak usah ikut kalau tujuannya gak jelas. Menolak secara halus aja. Ngeles mau ngerjain tugas atau bersih-bersih kosan atau terserah deh bisa-bisanya kita aja.

3. Teguh pendirian
Ini yang rada susah. Dirayu dikit, jadi pengen ikutan, apalagi diiming-imingi mau dibayarin. Hmm berasa labil antara iya atau tidak.
Disini kita harus bener-bener, tetap teguh dengan pendirian.
Lawan rasa gak enak sama temen. Jangan takut bilang tidak. Ingat sekali kita ikut, misal ke tempat gak jelas. Tau-tau dibawa ke tempat yang gak seharusnya. Contoh: ke rumah teman, ternyata disana ada banyak bir atau ke tempat karaoke yang menyewa perempuan.
Kalau udah kepalang terlanjut ikutan, besok-besok gak usah ikut lagi, atau kalau nekat bisa pergi saat itu juga, pura-pura ada urusan mendadak atau apalah.
Karena sekali kita mau diajak, dan gak bisa nolak, mereka akan terus-terusan ngajak.

4.  Jangan mau kalau diajak hura-hura.
Sering diajak jalan-jalan ke mall, makan-makan di restoran mahal, atau travelling. Itu juga gak bagus untuk kondisi keuangan kita yang masih mengalir dari orang tua. Jika temanmu seperti ini, tolaklah secara halus. Dengan bilang, lain kali aja ya, atau kapan-kapan deh.

5. Jangan mengizinkan teman lawan jenis sendirian main ke kost-an dimana kamu juga sendirian disana.
Selain mengundang fitnah, ketauhilah ini juga bisa memudahkan setan untuk melancarkan aksinya. Hhaha. Ehh bener serius loh.
Dilarang berdua-duaan apalagi di tempat tertutup, kalau dirasa penting mau nugas ya jangan berdua, ajak teman lain. Atau kalau gak ada temen lagi bisa di ruang tamu, atau lebih aman diluar aja misal di caffe, perpustakaan atau banyak tempat nyaman yang lain kok.

6. Jangan mau ikut pengajian yang gak jelas
Bagi yang pernah ditawarin ikut pengajian tapi gak jelas. Bukan kegiatan dari kampus. Aku saranin banget jangan mau!
Pernah anak temen papaku, ikut suatu pengajian yang gak jelas, tau-tau dia jadi berubah. Pulang ke rumah minta uang terus. Gak jelas habisnya untuk apa. Ternyata uangnya dikasihin ke lembaga yang gak jelas itu.
Masih mending cuma uang aja yang habis. Kalau kena pencucian otak gimana? Naudzubillah. Akal, jiwa, akidah semua hilang. Bisa jadi pengikut aliran sesat dan menjadi pembangkang orang tua. Aku berharap semoga pembaca  jangan sampai ada yang kayak gini ya. :”

Seperti inilah tips-tips aman bergaul saat kuliah diluar kota versi aku, karena aku juga dulu pernah kuliah diluar, jauh dari orang tua. Alhamdulillah.. Sampai sekarang banyak banget hikmah yang bisa diambil.

Semoga Allah selalu melindungi kita semua dari kemudharatan. Aamiin..
So kalau kalian punya tips lain sekalian kritik dan saran boleh share di kolom komentar ya :D

Thursday, 21 June 2018

Pertanyaan Maut

Wah masih suasana lebaran ya ini, tepatnya H + 6 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Dari judul, pastinya udah pada bisa nebak kan, aku mau nulis apa? Hehehe …. Kalau ada yang belum tau, tenang aja. Nanti aku uraikan lengkap disini. Apa aja sih pertanyaan maut itu?


Silaturahmi pada saat lebaran memang sudah menjadi tradisi setiap tahun. Baik bagi umat muslim maupun nonmuslim. Libur panjang memang waktu yang tepat untuk mengisi waktu dengan jalan-jalan, ke rumah orang tua atau hanya sekedar me time di rumah aja.

Bagi yang setiap tahun mudik apalagi kayak kita-kita ini yang udah diatas 20 tahun ditanyain kapan nikah? Sebelum itu ditanya, kapan lulus? Berapa IPK-nya? Hahaha. Pengalaman ya? Karena aku juga kemaren waktu mudik ditanyain begitu.

Well itu sebenarnya, bentuk kepedulian atau kepo? Entahlah. Sampai segitunya mereka nanyain perkembangan pendidikan atau hidup kita. Sering kita merasa risih, karena untuk apa ditanya karena belum waktunya untuk ditanya. Misal seperti kapan lulus? Lah wong kuliah aja baru 3 tahun, ya belum lulus dong. S1 minimal 4 tahun. Kalaupun udah lebih dari 4 tahun juga kayaknya kerajinan banget nanya begitu, siapa tau ada kendala dalam akademiknya.

Terus, kapan nikah? Ya belum ketemu sama jodohnya, nanti kalau udah mau nikah juga dikasih undangannya. Masih banyak pertanyaan lain yang mungkin lebih menyinggung dari yang diatas.
Perlu kita hati-hati dalam berbicara, meskipun maksud kita gak seperti itu. Tapi who’s know? Hati orang gak ada yang tau. Mereka mungkin terlihat biasa aja ketika ditanya, tapi dalam hati? Kalau mereka jadi sedih gimana?



Nah seperti dari bagan yang aku buat diatas. Orang yang ditanya bisa aja jadi sedih. Mungkin ada baiknya pertanyaannya diganti kalau memang mau tau perkembangan hidup teman/saudara kita.

Misal: sekarang kamu semester berapa dik kuliahnya?
Atau, ledekan halus. Cie kemarin jalan sama siapa tuh? Sama pacarnya ya?
Pacarmu orang mana? Kalau ternyata dia jawab “aku belum punya pacar/calon” kita baiknya menjawab: oh iya gak apa-apa, fokus kerja/kuliah dulu ya, nanti juga ada kok jodohnya.

Untuk pertanyaan maut yang lain, kapan punya momongan? Cucu? Sebaiknya tahan dulu aja deh. Mungkin gak jadi masalah kalau pengantin baru. Tapi kalau udah setahun atau lebih? Kan kasihan ditanya begitu. Siapa tau dia lagi berusaha program hamil, toh kalo dia hamil juga pasti keluarga dekatnya udah tau duluan dan ngasih tau ke sanak saudara lainnya.
Pun soal perihal kapan nikah? Apalagi kalau udah umur >25 tahun. Itu udah jelas kita tau belum ketemu aja dia sama jodohnya. Jadi, kenapa harus ditanya terus?

Apalagi kapan kurus? Yaaah. Itu mah ngeledek namanya.
Kita harus bisa pandai-pandai jaga perasaan orang, apalagi ke saudara sendiri.
Jadi, jangan sampai acara silaturahmi rusak dengan pertanyaan-pertanyaan maut itu yaaa.

Wednesday, 20 June 2018

Petaka Culas

Culas adalah suatu perbuatan tercela yang bisa merugikan orang lain maupun diri sendiri.

Culas yang dapat merugikan orang lain pasti kalian udah tau sendiri kan. Mulai dari mengambil keuntungan yang berlebihan dalam berjualan, menipu, dan perbuatan licik lainnya.

Sedangkan, culas terhadap diri sendiri yaitu menyontek. Jangan kalian pikir aku orang suci yang gak pernah nyontek. Sungguh sangat-sangat pernah. Mulai dari SD sampai kuliah semester 3 kalau gak salah.


Disini, aku akan banyak berbagi tentang MENYONTEK sebagai perbuatan culas terhadap diri sendiri. Cheating of Myself/Yourself


Tidak percaya diri? Iya. Itu adalah salah satu penyebab hasrat ingin menyontek atau bahasa gaulnya kalau orang sunda mah niron.
Padahal udah belajar, tapi tetap aja gak percaya sama diri sendiri.
Segala sesuatu yang dosa itu enak. Niron enak kan? Berasa gak ujian tapi kayak diskusi. Malahan gak usah belajar bisa dapet nilai bagus.

Nipu orang? Enak juga bisa dapat keuntungan yang besar. Tanpa harus kerja keras.Ehh tapi bukan berarti aku pernah nipu ya. Namun realitanya memang tujuan mereka seperti itu.
Dulu waktu aku masih kuliah awal semester, masih bodo amat mau nyontek juga, cuek aja. Teman-temanku rata-rata juga sama.Demi nilai yang lumayan. 
Tapi entah aku dapat ilham atau perasaan bersalah. Hal itu terus menerus menghantui. Seperti ada bisikan.. mau sampai kapan?

Kamu begini terus. Kemampuan akademik gak akan maju kalau terus berbuat culas. Nyontek adalah hal sepele tapi dampaknya gak dirasa bisa merugikan diri sendiri. Yaa.. Aku selalu terngiang dengan bisikan itu...

Masih mending kalau dosennya gak tau kita nyontek, tapi kalo tau? Terus negor kita? Malu. Kalau gak ditegor, tiba-tiba disuruh keluar? Atau dicatat dilembar soal. Nilai tau-tau dikurangin.

***

Akhirnya, aku mencoba percaya dengan diri sendiri. Caranya : belajar sungguh-sungguh. Tekadkan niat untuk mengerjakan sendiri. Jangan tergoda lirik-lirik teman sebelah atau buka-buka handphone/kertas. Walaupun udah jadi kebiasaan. Tapi itu semua bisa dirubah. Sebelum terlambat.


Tau gak? Pertama kali aku jujur mengerjakan ujian dengan mengandalkan otak, percaya diri dan doa. Nilaiku masih jeblok aja tapi gak semua mata kuliah sih. Mungkin kurang maksimal belajarnya atau gak konsentrasi? Entahlah, pernah aku mengerjakan dengan keadaan sakit. Kepalaku terasa panas, dan demam luar biasa (gejala typus). Aku mengerjakan ujian dengan keadaan seperti itu.

Namun, aku tidak menyerah. OK, aku coba lagi belajar dengan giat, dan lagi-lagi aku mencoba jujur. Gak nyontek sama sekali. Kali itu aku berhasil, walaupun nilai gak bagus-bagus amat, tapi cukup untuk mengukur kemampuan akademikku. Jadi, ohh kalau aku belajar segitu hasilnya segini. Iya iya. Terus dan terus.. rajin belajar, banyak latihan, merangkum, dan memahami materi berulang-ulang.

***

Akhirnya, Alhamdulillah nilai memuaskan berhasil kudapatkan dengan kerja keras sendiri.
Saranku, buang kebiasaan buruk itu segera, jangan sampai mendarah daging seumur hidup. Karena apa? Nyontek sama aja perbuatan tercela yang membuatmu terus-menerus mengandalkan kemampuan orang lain dan akan terbawa gak cuma saat ujian, tapi saat mengerjakan tugas apapun. Bagaimanapun hasilnya, mau jelek juga, terima aja. Kamu lebih menghargai hasil kamu sendiri daripada culas dengan mengcopy hasil orang lain.

Jadi, kemampuan akademik bisa terukur kalau mengerjakan dengan jujur. Beda rasanya kalau nyontek, meskipun nilai bagus, tapi gak ada ketenangan hati dan rasa puas, karena? Kamu mendapatkan sesuatu itu dengan cara instan, gak ada upaya kerja keras sebelumnya.

Jangan takut dibilang pelit. Masalah kejujuran dalam ujian itu penting. Dosenku aja sampai nulis hadist dibagian lembar terakhir soal. Intinya, jangan berbuat culas, Allah Maha Melihat.
Tuh, sampai diingetin sama dosen.

Kalau temanmu bilang kamu pelit, gak usah didengar. Memang mereka ikut belajar bersamamu? Memang mereka siapa? Ada hak untuk mengcopy hasil kerja kerasmu?
Mereka bukan siapa-siapa.
Tolong-menolong dalam kebaikan aja.

Kecuali, sebelum ujian mereka ada usaha diskusi atau bertanya. Itu berbagi ilmu namanya.

 ***
 Culas membawa petaka untuk dirimu sendiri.
 1. Dosa
 2. Membuat malas diri sendiri. 
Itu akan terbawa sampai nanti kerja.Kalau bisa lulus karena nyontek dari awal sampai akhir, nanti akan malu sendiri kalau udah kerja. Apalagi kalaun sampe skripsinya dibikinin orang lain. Seperti kerja tim, yang dibutuhkan adalah kerjasama yang baik, kalau kebiasaan mengandalkan orang lain bagaimana bisa bekerja secara tim? Sedangkan jobdesk pada saat kerja tim bisa berbeda bisa fleksible.
 3.Otak gak berkembang

Pecaya deh, nyontek gak akan membuatmu jadi pinter.

Sama seperti halnya diriku, yang dulu sempat sering menyontek, Tapi itu masa lalu yang sudah lama kutinggalkan. Demi masa depan, demi menjauhi kebiasaan burukku bahkan harus dihilangkan.

Culas kepada orang lain. Sama. Pasti membawa petaka juga buat diri sendiri. Dosa, gak dipercaya orang, dan pasti kena akibatnya. Sesuai dengan yang Allah bilang. Sekecil apapun perbuatan pasti akan ada balasannya.

By :
Free Blog Templates