Sunday, 11 November 2018

Ketika Realita ≠ Cita-cita


Empat bulan menganggur setelah bekerja freelance. Yaitu program penelitian kesehatan dari pemerintah.  Akhirnya aku berlabuh juga di suatu perusahaan pembiayaan mobil terbesar di Indonesia.

Aku selalu mengikuti test kerja dimana pun. Tidak memandang sesuai atau tidak dengan latar pendidikanku. Saking butuhnya pekerjaan itu. Karena diriku merasa malu (jujur) belum bekerja lantaran memang belum waktunya Allah kasih pekerjaan yang terbaik untukku. Disamping itu, uang saku juga sudah mulai menipis.

Di rumah aku selalu menghabiskan waktu membantu mama membereskan rumah, membaca novel atau menulis artikel yang mungkin receh menurut pembaca, kalau seandainya pembaca suka ya alhamdulillah.

Cita-cita .... sebenarnya sedari SMA aku ingin jadi Ahli Gizi.  Biaya kuliah tidak semahal dokter, namun masih tetap bisa bersentuhan dengan pasien.
Aku senang memberikan konsultasi, diskusi mengenai orang yang sedang ingin menurunkan/menaikkan berat badan dan memperbaiki pola makannya. Meskipun badanku kurus, hehehe. Tapi maaf ini sudah perawakan dari ayahku. Jadi kau tidak bisa lagi bilang bahwa aku “kurang gizi” jika seandainya lihat sendiri porsi makanku seberapa.


Tidak mengapa saat ini aku bekerja di suatu perusahaan yang amat menuntutku untuk belajar hal baru. Meskipun sangat jauh dari bidang yang aku pelajari selama kuliah. Tapi, bukan berarti aku gak bisa. Hanya saja, butuh waktu yang tidak sebentar untuk beradaptasi dengan jobdesk dan lingkungan kerjanya.

Sedikit-sedikit aku mulai paham. Namun belum menguasai.
Sekedar sharing aja. Bekerja dengan jabatan yang jauh dari bidang bukanlah perkara yang mudah.
Seringkali aku keteran, dan lupa karena saking banyaknya pekerjaan itu. Ditambah lagi, belum lama aku kerja disana, baru sebulan. Alias belum ada apa-apanya. Sudah kucatat hal mengenai sistem dalam pekerjaan maupun suatu hal yang baru agar tidak lupa. Tapi masih tetap saja, aku sering sekali lupa. Belum selesai satu pekerjaan, sudah datang banyak pekerjaan lainnya.

Aku amat menyadari, bahwa aku sendiri belum bisa memanage pekerjaanku. Yang datangnya tidak hanya dari dalam. Tapi dari luar juga.
Sungguh berbeda dengan pekerjaanku waktu di Rumah Sakit (PKL).
Sesulit-sulitnya kendala saat itu, dengan tekanan dari kepala instalasi gizi tentunya. Aku masih bisa mengerti dan cepat paham. Dimana kesalahanku. Lantas, cepat memperbakinya hingga tuntas targetku tercapai.

Mungkin ini yang dinamakan tantangan. Dunia kerja itu amat keras. Tugas kuliah yang sulit, coretan skripsi belum ada apa-apanya. Terlebih aku bekerja tidak sesuai dengan latar pendidikanku.

Melalui hal ini, aku belajar. Bahwa semakin bertambahnya umur, semakin banyak ujian yang lebih berat dari-Nya. Sekarang, bagaimana caranya agar bisa sabar dan menjalani semuanya dengan ikhlas. Apapun masalahnya, bagaimana pun tekanannya. Ingat saja. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hamba-Nya.
Namun, aku tetap bersyukur, bisa bergabung dalam perusahaan itu. Banyak ilmu dan nilai kehidupan yang bisa aku pelajari dari sana. Minimal aku juga sudah gak merepotkan orang tuaku lagi mengenai biaya. Aku akan tetap berusaha untuk belajar, lebih baik dari sebelumnya.

Walaupun ayahku masih produktif bekerja di suatu BUMN (Perusahaan Percetakan Uang). Sekarang saatnya kini aku menunjukkan kepada orang tuaku bahwa aku alhamdulillah sudah bisa mencari uang sendiri. Membuat mereka bangga.
Meskipun jasa mereka gak akan bisa penuh terbalaskan seumur hidup.

Teruntuk kedua orang tua terima kasih. Sudah mendoakanku disetiap shalat dan dzikirnya.
Tentunya aku sangat bersyukur mempunyai kedua orang tua  yang amat mengerti. Tidak menuntut aku harus kerja ini itu.
Doa mereka telah sampai dan diijabah oleh-Nya. Tanpa mereka aku tidak akan bisa jadi seperti ini. Jadi sekuat sekarang.

Sumber gambar : www.google.com

Sunday, 21 October 2018

Jangan Takut Pergi Sendiri


Dalam roda kehidupan, pastilah tidak ada hal yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Mulai dari hal sekecil apapun.

Tapi bukan berarti, kita boleh sering-sering merepotkan orang lain.
Dalam berpergian, alangkah lebih senang pasti, jika ditemani oleh teman atau keluarga. Ada teman ngobrol, betul.

Tapi ada saatnya dimana kita harus benar-benar melakukan sesuatu “sendiri”. Selagi bisa dilakukan sendiri, maka janganlah merepotkan orang lain.
Suatu hal yang  mampu  kita kerrjakan. Kerjakanlah sendiri. Lain halnya jika ada kesulitan dll *beda kasus.


Konteks dalam artikel ini adalah tentang berpergian.
Terutama bagi yang belum terbiasa untuk kemana-mana sendirian, baik naik kendaraan pribadi maupun umum.

Semua tergantung pola pikir, niat, dan keberanian yang ada di dalam diri sendiri.
Kalau bertekad kuat untuk menjadi mandiri, maka apapun urusannya. Pasti diusahakan untuk menangani sendiri.

Pergi ke luar kota. Banyak orang yang “belum berani” , ada rasa takut nyasar atau bingung kalau pergi sendirian.
Sebenarnya perasaan itu bisa ditangkas. Terutama bagi kita yang sudah dewasa. Yang sudah seharusnya bisa “mandiri”.

Ayooo udah ga jaman lagi sekarang takut buat pergi keluar kota sendirian. Udah saatnya rubah mindset bahwa gak selamanya kita bisa bergantung terus sama orang lain.
Maka dari itu, gak usah takut untuk pergi-pergi sendiri, berlaku juga untuk perempuan ya. Bismillah. Kalau berdoa terus, dan selalu berperasangka baik, Insyaallah selamat sampai tujuan dan dilindungi oleh-Nya.

Nih ada beberapa tips, supaya gak bingung lagi kalau mau pergi-pergi ke luar kota naik kendaraan umum :

Pertama, sebelum pergi, banyak bertanya dengan siapapun. Teman yang biasa merantau, saudara etc, mengenai rute kendaraan.

Kedua, cari refrensi di internet mengenai jadwal kereta/bus/travel. Biasanya kalau kereta lokal bisa langsung liat ke stasiun terdekat atau syukur-syukur ada jadwalnya di web. Untuk KRL bisa download aplikasinya (KRL Access). Disana lengkap rute dan jadwalnya. Jadi gak akan takut ketinggalan. Dibaca baik-baik aja ya.
Kalau travel ada pool/tempat pemberhentian. Bisa search di google mau pergi kemana. Biasanya ada nomor kontak travel disana. Bisa dihubungi atau datang ke pool langsung untuk menanyakan jadwal.
Nah, kalau bus jarak dekat jarang ya yang ada jadwalnya. Biasanya yang berjadwal tuh yang jarak jauh. Bisa ditanya ke terminal. Atau kalau pas lagi di jalan raya, suka ada bus yang nurunin orang. Bisa ditandain itu bus jurusan mana dan berarti bisa naik dari tempat nurunin tadi. Bisa dilihat arah-arahnya lah.

Ketiga, kalau udah sampai diluar kota dan masih harus nyambung kendaraan lain (angkot, busway dll). Jangan segan-segan untuk bertanya pada petugas. Tujuannya mau kemana, harus naik apa. Lebih dekat lewat mana. Praktisnya gimana.

Keempat, jangan ngelamun dan keliatan linglung. Biasa aja gitu. Pokoknya dengerin baik-baik kata petugas harus kemana-kemananya. Lalu fokus jalan. Kalau masih bingung bisa tanya satpam/security. Pokoknya jangan sekali-kali nanya/ngobrol sama orang yang gak dikenal. Terutama untuk orang yang baru pergi sendirian.

Kelima, simpan baik-baik barang berhargamu. Ga usah keluar-keluarin handphone pas lagi jalan. Bisa liat-liat situasi lah ya. Karena rawan copet. Buka, kalau penting aja dan tetap hati-hati.

Karena keberanian berasal dari niat yang kuat dari dalam hati. Semoga, yang tadinya masih takut-takut untuk pergi sendiri, jadi termotivasi untuk berani “mandiri” dalam hal apapun ;)

Sumber Gambar: www.gadis.co.id

Monday, 24 September 2018

Review Buku Los 33 (Jonathan Franklin)


Oke, kali ini aku akan mereview buku terjemahan mengenai kejadian yang sempat menghebohkan dunia, tahun 2010 silam. Yang luar biasanya, buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata lohh, so bukan fiksi ya. Nah penasaran kan, kenapa kejadian yang dituliskan di buku ini sempat membuat dunia terguncang,. Ciaelah. Tapi serius loh… Kalau kalian tau kisahnya, pasti akan merasa terenyuh juga, hihi. Yuk, kita langsung aja.

       Well, dari awal aku terkesan banget sama judulnya, Los 33 “Kisah Nyata Penyelamatan Dramatis Para Penambang Cile”. Covernya bernuansa hitam, misterius, ada sedikit penerangan dari para penambang untuk kesan gelap karena underground. Pas banget sama judulnya Los 33 yang sekilas berarti hilangnya para penambang Cile.


Nah tema buku ini mengenai proses penyelamatan terhadap para penambang yang terjebak karena terkubur hidup-hidup di bawah tanah (pertambangan emas dan tembaga) “San Jose” yang terletak di gurun Acatama, kota Copiapo, negara Cile (Amerika Selatan). Mereka kena trap karena memang pertambangan itu terkenal paling berbahaya disana guys… Rentan kecelakaan karena lokasinya dekat gunung yang sering meletus. Well. Sialnya, saat mereka sedang bekerja, ehh malah runtuh itu pertambangan. Udah banyak banget korban berjatuhan, dan bahkan selalu ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kebayang kan gimana seramnya lokasi itu yaa..
***
Penulis buku ini (Jonathan Franklin) adalah seorang wartawan yang sungguh beruntung, bisa mendapatkan informasi dari korban-korban serta tim penyelamat lain sehingga rangkaian cerita bisa tertulis dengan sistematik dan rapi.
Novel ini terbit tahun 2016, tebal 376 halaman, harga aslinya aku search google sekitar 89.000. Tapi aku baru beli seminggu lalu di gramedia lantai bawah just 30.000, karena terbitan lama kali ya udah dua tahun lalu hehe..
***
Sinopsis novel ini benar-benar menarik guys. Jadi menceritakan bagaimana kehidupan para penambang itu selama terperangkap di bawah tanah, selama 69 hari. Dua bulan lebih Masyaallah…. Ajaibnya mereka semua bisa selamat 33nya. Disamping itu, pemerintah Cile juga mengadakan penyelamatan khusus untuk para korban, ada tim pengeboran batu besar (yang menyebabkan terhalangnya akses bawah tanah sehingga para penambang terjebak, gak ada jalan keluar), tim dokter, perawat dan psikolog. Tentunya dihadiri oleh presiden Cile (Sebastian Pinera), Menteri Pertambangan (Laurence Golborne) dan orang penting lainnya. Selain itu juga ada banyak keluarga dan kerabat korban yang setia menunggu proses penyelamatan korban di dekat lokasi kejadian. So, pasti penasaran kan bagaimana para penambang itu bisa bertahan hidup selama dua bulan lebih di bawah tanah?

            Karakter orang-orang dalam novel ini cukup unik. Ada yang terbisa memimpin doa dalam situasi yang mengerikan di bawah sana layaknya seorang pastur, ada yang suka nulis kejadian harian di atas kertas, ada juga penambang yang jarinya putus karena kecelakaan kerja tapi masih mau tetap kerja sebagai penambang karena dia merasa udah jadi profesinya, dan masih banyak lagi.

Konfliknya juga macam-macam ya. Kerenggangan solidaritas, was-was saat gunungnya mau meletus lagi (takut semakin teruruk), dan mereka sepakat untuk cari tempat perlindungan yang aman. Ada yang bibirnya sobek dan giginya patah kena reruntuhan batu waktu sedang mencoba menyelamatkan diri, sakit infeksi dan lain-lain.

            Kelebihan novel ini, alur ceritanya sistematik, terstruktur rapi. Mulai dari sebelum bencana datang, prosedur penyelamatan sampai kisah akhir. Bahasanya juga mudah dipahami. Penggambaran karakter tokoh pun jelas, sehingga bisa tau sifat-sifat sebagian besar para penambang, tim penyelamat, dan lain-lain.

            Kekurangannya, ada beberapa tulisan yang salah pengetikan/gak konsisten. Kalau bahasa gaulnya sih typo hehe. Udah sih menurutku itu aja.

Nah pendapat pribadi aku mengenai novel ini. Recommended banget ya. Bukunya bagus banget. Nulisnya juga berdasarkan data, yaitu langsung dari korbannya dan orang penting disana. Aku terkesan dengan gigihnya tim penyelamat yang 69 hari berusaha menyelamatkan para korban, berbagai cara gagal namun mereka luar biasa. Semua cara dicoba pakai plan A, plan B dan plan C.

Tentunya tim mereka semuanya adalah orang-orang terbaik yang direkrut oleh pemerintah, karena gak boleh sembarang orang yang terjun dalam kasus ini. Mulai dari usaha pengeboran, pemerintah pilih ahli-ahli tersebut untuk memutuskan akurasi yang baik. Biar gak salah ngebor (hasil bor melenceng). Kalau pun ada kesalahan, itu juga sangat kecil sehingga masih bisa diatasi pakai plan yang lain.

Mengenai para penambang, salut sama semangat hidup mereka yang tinggi, dan solidaritas yang hebat pastinyaa. Meskipun sempat dihadang percekcokkan, tapi mereka bisa mengatasinya dengan baik. Sampai bisa selamat bareng-bareng.

Terharunya, sang keluarga berharap banget penyelamatan gak sia-sia karena saking khawatirnya, mereka gak mau pulang dan ngungsi terus di gurun itu, sampai benar-benar melihat salah satu keluarga mereka selamat keluar dari sana.
***
Nah,, kesimpulannya setelah selamat, para penambang pun segera memulihkan luka fisik dan batin akibat dari kejadian itu. Banyak banget hal yang dapat dipelajari dari buku ini. :D

Rating untuk buku ini adalah 9/10 dari aku ;)

Salam hangat dari Adel. Maaf kalau reviewnya belum bagus hehe. Silahkan ketik kritik dan saranmu di kolom komentar J


Sumber gambar: BukuKita.com

Sunday, 23 September 2018

Merasakan-Berpikir-Cerita


Seandainya cerita dalam buku menjadi nyata, dan para pemainnya adalah orang terdekat kita, serta masih banyakk lagii!!
Dear the readers or book lovers pasti sering dong berimajinasi saat/setelah membaca buku yang membangkitkan emosi kalian, perasaan marah, sedih dan kagum. Aku pun juga demikian.
Begitulah metamorfosa penggemar buku. Awalnya merasakan, kemudian berpikir atau bahkan multitasking, merasakan sambil berpikir. Ehh terus jadi cerita deh menurut versi sendiri. Pengalaman pribadi, fiksi berdasarkan inspirasi dari berbagai buku, atau cerita yang lain.



Naluri itu udah alamiah tumbuh dari diri sendiri. Banyak orang yang gemar membaca tapi belum berani menuangkan ekspresinya kedalam bentuk narasi. Well, bukan karena mereka gak bisa. Tapi, orang berbeda-beda. Ada yang mau membagikan pemikiran dan pengalamannya. Ada yang hanya gemar membaca, padahal sebenarnya mereka “ingin” tapi belum siap atau karena alasan tertentu.
***
Aku menyesal….. karena baru hobby baca saat kuliah semester 7, awal 2017. Kenapa gak dari kecil ya? Pasti akan terasa lebih besar manfaatnya. Tapi yasudahlah….
Buku yang kali pertama kubaca adalah Tentang Kamu karya Tere Liye. Ehh dan ternyata semakin sering membaca, malah justru semakin tinggi rasa penasaran untuk eksplore menjelajahi buku yang lain.

Tapi kenapa, semakin bertambah buku bacaan dan informasi malah semakin merasa kurang pengetahuan? Itulah seni ilmu. Gak akan pernah habis sampai kapanpun. Padi semakin berisi semakin merunduk.
***
Nah, buat yang suka membaca pertahankan rutinitasnya ya!! Karena selain menambah wawasan, membaca juga bisa membuat kita lebih berempati dengan keadaan orang lain dan berpandangan luas terhadap suatu kejadian. Gak main asal ngejudges orang lain, berpikir panjang sebelum mengambil keputusan dan masih banyak lagi. Itu yang aku rasain selama ini. Menurut penelitian dari Alzheimer Asossociation International Conference, “Membaca bisa mencegah penurunan daya ingat/Alzheimer” Masyaallah…. Bukan main.. mantap kan ya!!

Setahun lebih, aku berusaha produktif untuk membaca, jangan sampai kebiasaan baik itu sirna. Meskipun aku belum bisa seperti seorang kutu buku yang banyak membaca buku dalam beberapa hari/waktu singkat.

Aku membeli buku secara random di toko buku Gramedia. Disana banyak buku murah yang terjejer rapi di lantai satu. Harga bukunya tergolong pas di kantong yaitu sekitar 10.000 untuk buku yang tipis, 15.000 buku yang tidak terlalu tebal. 25.000-30.000 untuk buku yang lumayan tebal sekitar 300an halaman. Nah biasanya aku beli novel, dan kenapa para buku itu murah? Yang aku liat, buku itu terbitnya udah lama tahun 2014, 2016 gitu. Apa mungkin cuci gudang? Wallahualam ya, yang jelas seneng bisa beli beberapa buku murah, dengan budget 100.000 bisa dapat 3-4 buku.

Gak mesti yang covernya bagus atau dari penulis terkenal. Tapi aku beli buku berdasarkan ketertarikan. Kalau sinopsisnya bagus, aku sreg ya langsung beli. Meskipun covernya jadul atau aneh.
Kalau lagi ada rezeki lebih, ya keatas liat-liat buku yang kinclong-kinclong (harganya). Haha!!
Yang pasti habis beli buku, langsung kubaca hari itu atau besoknya. Kalau lagi santai, mood bagus, bisa 3-7 hari tamat, tergantung ketebalan buku. Tapi kalau lagi sibuk, bisa 2 minggu-sebulan. Durasi membaca bisa 1-4 jam dalam sehari, tapi gak berturut-turut sih, kalau lagi ada kerjaan bisa diputus-putus. Nanti sambung lagi. Gitu aja. Kalau lagi sibuk  bisa sebentar aja 15-30 menit. Kalau gak sempet banget baca dalam beberapa hari, biasanya aku balas dendam baca yang lama diwaktu yang benar-benar luang dan santai.
***
Oh iya, ku punya tips nih. Kalau kalian ingin hobby membaca, bisa dimulai dari bacaan yang ringan dulu. Buku pertama kali yg dibaca harus menarik. Karena apa? Buku yang menarik membuat kita terus ingin membaca lagi cerita yang lebih seru/bagus lainnya.
Gimana caranya tau buku itu menarik/gak?
Ya dari sinopsisnya, atau cari amannya, bisa baca karya penulis terkenal. Seperti Tere Liye atau Boy Chandra. Kalau belum tau juga. Bisa tanya ke teman kalian yang hobby membaca. Pasti mereka tau buku mana aja yang bahasanya ringan dan ceritanya menarik.
Kalau kalian mau tanya aku juga boleh kok hehehe….

Membaca itu seru kok, keinginan membaca bisa dibentuk pelan-pelan. Gak usah takut terlambat (udah tua baru suka baca), yang penting niat yang kuat. Kalau udah seneng baca pasti nanti jadi kebiasaan. Lagi santai, gak pengen kemana-mana, maunya anteng baca aja di rumah. Siapkan stok buku menarik aja karena baru pemula kan.
Nanti kalau udah banyak baca pasti tumbuh rasa ingin tau yang tinggi, malah jadi tertarik baca buku yang lebih menantang. Coba aja kalau gak percaya hehehee :D
***
Aku punya pengalaman sulit mencerna buku. Kata-katanya susah dipahami dan diluar nalar. Kalau gak kuat ya jadinya gak paham. Seperti novel filsafat Dunia Sophie, karya Jostein Garder. Buku itu kado wisuda dari teman dan tebalnya 785 halaman. Baru baca 680 halaman udah wasalam gak aku selesaikan. Lebih rumit dari kasusnya Sherlock Holmes. Buku detektif favoriteku. Hahaaa apaasihhh..
Yaa itu salah satunya novel yang bikin pusing, yang lain sebenarnya masih ada heheee.. Ehh jadinya baca buku yang lain aja.

Tapi makasih banyak loh, berkat kado dari temanku, aku jadi tau buku itu benar-benar memusingkan karena banyak cerita diluar nalar, gak masuk akal.
Jadi garis besarnya adalah seperti itu. Untuk yang mau bisa menulis. Maka harus banyak membaca. Karena referensi dari menulis adalah dari membaca.
Kalau udah banyak baca, jangan ragu untuk menuangkan segala pemikiran atau pengalaman. Bisa di buku memo, blog atau dimana pun. Jangan takut untuk memulai. Menulis aja dulu, keluarin semuanya kedalam bentuk narasi. Masalah intonasi, atau penulisan bisa dibaca berulang-ulang dan diperbaiki.

Sama seperti aku yang udah setahun lebih punya blog, tapi masih harus terus belajar. Terutama penggunaan kata yang harus sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kalau mau nulis pakai bahasa yang lebih baku. Tulisanku masih banyak kekurangan pastinya dan aku harus banyak membaca lagi berbagai buku/karya yang lain.

Sumber gambar: smartbisnis on google.

Thursday, 30 August 2018

Berdamai dengan Waktu Part II


Waktu itu dinikmati. Bukan diratapi. Hidup seperti roda yang akan terus selalu berputar sampai waktu terhenti. Kadang diatas, tidak jarang juga dibawah. Jangan ribut dengan pencapaian/kebahagiaan orang lain. Jangan sombong juga dengan apa yang sudah kita raih selama ini. Gelar, prestasi, ilmu, karir dan pencapaian lain.


Orang yang tahan banting, akan selalu menghadapi bukan menghindari. Tiada waktu tanpa masalah. Orang mati saja masih harus menyelesaikan masalah amalan ibadah di alam barzakh.

Terlihat periang dan berani bukan berarti gak pernah bersedih. Percaya atau gak? Wanita yang sering mengalami kejadian menyakitkan besok-besok tumbuh menjadi wanita yang jauh lebih kuat bahkan mengagumkan (Tere Liye). 
Dilupakan/dijatuhin teman sendiri, disakiti pujaan hati. Sudah umum terjadi. Dan masih banyak lagi.

Untuk yang saat ini hatinya sedang diuji dalam masalah apapun: cinta, karir, keluarga. Yang tentunya memenuhi pikiran dan membuat gejolak luar biasa dihati. Jalani saja alurnya, dan selalu berdoa memohon ketentraman hati beserta solusi kepada-Nya. Memang praktik tak semudah teori. Tapi percaya, akan lebih damai jika sudah berusaha sabar dan ikhlas. Ketika masalah kian berlalu, pasti akan mengerti hikmah dibalik kejadian yang dialami.


Saat terkena masalah/sakit hati, pastilah emosi, bahkan lebih parah yaitu merasa marah kepada Tuhan. Mengapa Allah gak adil? Mengapa aku baik tapi sering disakiti.
 
Aku gak munafik. Siapa yang tidak hancur saat disakiti? Rasanya ingin marah, ingin membalas, berdoa menyumpahi. Tapi untuk apa?
Jangan pernah membalas kejahatan seseorang. Dalam bentuk apapun.

Untukmu yang sadar pernah menyakiti seseorang. Minta maaflah dengan orang tersebut dan mohon ampun juga kepada-Nya. Jika setelahnya ada kejadian menyakitkan menimpa dirimu, anggaplah itu teguran. Dia menyayangimu. Ingin kau sadar bahwa disakiti itu perih. Lantas berubahlah setelahnya.

Pengalaman 1:
Temanku bertanya: Adel, gimana caranya lo bisa move on dan ikhlas waktu disakitin sama orang yang udah dekat lama?
Dia bertanya seperti itu karena sedang ingin melupakan seseorang.
“Kebetulan, ketika masalahnya sudah mencapai klimaks, aku sedang praktik di RS, jadi kesibukan membantu banget untuk melupakan seseorang”. Maksudnya disini move on ya. Apalagi dalam kondisi sakit hati yang gak ketulungan haha *lebay. Jadi, gak sempat mikirin orang itu lama-lama. Paling 3 hari sedih, sering curhat sama orang tua dan sahabat. Ditambah lagi, selesai praktik langsung nyusun skripsi.
Jadi kedepannya udah gak begitu mikirin ”Selebihnya ikhlas.

Gak musuhan. Gak dekat juga. Biasa aja. Maksudnya gak usah basa-basi lagi di media sosial mana pun. Kalau ketemu tegur aja kayak biasa.

Pengalaman 2:
Pernah dijatuhin sama teman sendiri. Di depan teman-teman organisasi. Sampai dibuat sedih sekali olehnya. Hahahaaa ..
Bukan buat ngungkit-ngungkit ya. Tapi hikmahnya aku jadi lebih kuat sekarang. Bodo amat orang mau bilang apa. Selagi perbuatanku gak merugikan/menyakiti orang lain.
Sampai sekarang kalau ketemu masih suka negur atau ngobrol biasa lah.

Ketika bertemu dengan seseorang dimasa lalu. Jangan benci. Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Layaknya diri sendiri yang tentu pernah menyakiti orang lain secara sadar/tidak. Introspeksi dan perbaiki. Jangan mengulanginya.

Ikhlas justru mendamaikan. Karena kejadian dimasa lalu gak akan bisa dilupakan. Sekuat apapun usahamu. Percuma. Berdamailah dengan waktu. Butuh proses. Dengan pertolongan-Nya, tentu bisa. Karena Dia gak akan membiarkan hamba-Nya sendirian dalam kesedihan. 
Setiap kepergian/kehilangan pasti akan digantikan dengan yang lebih baik. Nikmatilah waktu, sambil memperbaiki diri, menjalani karir, hingga saat-saat indah itu datang serta bisa membawa kita menuju Jannah-Nya.
 
Banyak cacian dan gunjingan tentu gak menjadikan kita tumbang. Teruslah fokus dengan kegiatan, berbuat kebaikan dan berkarya. Hingga lama-lama, cacian tersebut bungkam dengan sendirinya.
Meskipun selama hidup, pasti tiada yang berhenti untuk tidak menyukai kita.
Namun inilah hidup dengan waktu yang terus berputar. Kalau bisa berdamai dengannya. Maka semua akan selalu baik-baik saja.
 
Enjoy your life. Don’t waste your time.

Sumber gambar : www.google.com

Berdamai dengan Waktu

Waktu bergulir sangat cepat. Dimana seluruh peristiwa atau kejadian, lambat laun berlalu dan sudah tertinggal jauh disana.

Banyak hal yang harus dipelajari dari masa lalu, kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat. Tentunya gak hanya satu atau dua kekhilafan, tapi sangat banyak. Mungkin gak terhitung. Kesalahan terhadap diri sendiri maupun orang lain.
 
Kekhilafan tersebut lantas gak boleh membuat kita menyalahkan diri sendiri. Melainkan wajib diperbaiki agar gak jatuh kedalam lubang yang sama.
Kenapa harus berdamai dengan waktu? For self reminder. Masa lalu bukan untuk disesali. Apa yang sudah terjadi, semua adalah pembelajaran.
Yang bisa kita lakukan hanyalah berdamai dengannya… dengan waktu…. dengan masa lalu. Bukan melupakan tapi ikhlas, karena segala peristiwa yang terjadi merupakan ketetapan-Nya yang tentu saja bukan tanpa alasan.
 
Masa lalu memang sering berakhir menyakitkan. Kalau menyenangkan, harap hati-hati!! Hahaa… Masa lalu yang indah justru membuat kita terkenang-kenang. Kemudian, sulit move on pun terjadi. Pppfftt kuharap kau bisa menghargai pasangan dimasa depanmu nanti. Kalau bisa berdamai dengannya. Artinya kita sudah berbesar hati. Meskipun prosesnya ada yang lama/sebentar.

***
Sekedar pengalaman aja. Kalau kau masih ingat dengan Firman dan Detri dalam ceritaku yang berjudul “Satu Rasa”. Mereka adalah laki-laki yang sempat berlabuh dihatiku saat SMA. Dari sekian laki-laki yang mendekati, hanya mereka berdua yang benar-benar menumbuhkan rasa. Firman saat kelas 10-12 awal, sedangkan Detri kelas 12 sampai aku masuk kuliah. Hahaaa cinta monyet banget kan. Sampai sekarang mereka masih berteman baik denganku.
 
Firman sudah mempunyai tunangan. Sedangkan Detri sedang berusaha mencari calon pendamping hidup melalui proses ta’aruf. Terkadang dia curhat juga mengenai seseorang yang sedang dekat dengannya. Luar biasa. Aku sama sekali sudah tidak ada perasaan apa-apa terhadap mereka. Murni hanya berteman.
 
Kalau kau berpikir mereka mantanku? Bukan. Heheee. Mereka hanya sudah mengisi hatiku saja kala itu. Kami gak pacaran. Hanya dekat namun saling suka. Teman tapi mesra? Gak juga. Secara fisik memang gak pernah. Tapi secara verbal pernah hehe, meskipun kebanyakan mereka yang menunjukkannya. Bukan aku. Maklum gengsi haha.
 
***
Kalau kalian berpikir, berteman dengan masa lalu bisa menumbuhkan rasa lagi. Bisa jadi. Tapi belum tentu. Tergantung individunya dan Allah Maha Membolak-balikkan hati manusia.
Apalagi dulu dekatnya gak berlebihan. Biasa aja. Jadi gak ada momen-momen spesial yang sampai membuatku terkenang-kenang.

Kemudian ada Hadi juga. Dia masa lalu ketika masuk kuliah sampai semester 8 awal. Ada suatu hal yang membuat hubungan dekat kami selesai. Hehehe tapi sungguh aku telah memaafkannya. Sekarang aku dan dia benar-benar biasa saja. Gak berhubungan/kontekan lagi. Bukan karena aku benci. Melainkan seperti ini jauh lebih baik. Disamping sudah tidak ada perasaan apa-apa sama sekali, aku juga sangat menghargai pasangannya yang sekarang.  
 
***
Terima kasih. Perasaan itu sudah hilang semenjak setahun yang lalu. Bersikeras aku teguh pendirian, bahwa aku akan terus berusaha memperbaiki diri. Agar kelak mendapatkan cinta yang selayaknya. Cinta yang benar-benar pantas kudapatkan dan kuberikan kepada dia yang masih menjadi misteri dalam duniaku tapi sudah tertulis didalam daftar-Nya. 
Mencintai tidak melulu harus seperti orang-orang pacaran kebanyakan, umbar sana-sini, update lagi dimana dll. Aku punya cara sendiri untuk mencintai.
 
                                           
Aku akan berdamai dengan kalian. Berdamai dengan waktu, yaitu masa lalu hingga sekarang. Terima kasih.

Tokoh dalam artikel ini menggunakan nama samaran demi menjaga privasi :D

Picture source: www.google.com

Saturday, 18 August 2018

Say No to Body Shaming!

Dalam kamus gizi, berat badan berlebih disebut overweight sedangkan berat badan kurang adalah underweight (Pergizi Pangan Indonesia). Berat badan yang gak normal memang bisa memicu berbagai penyakit. Tapi kali ini aku gak mau bahas soal itu, karena kondisi itu tergantung tubuh orang itu sendiri. Banyak juga kan yang berat badannya bermasalah tapi sehat-sehat aja? Paling kendalanya hanya “kurang percaya diri karena merasa gak sedap dipandang”.

Now do you know about body shaming? Yaitu mengomentari/mencela fisik seseorang.



Komentar yang jelek-jelek deh, misalnya :
Buat yang kurus :
“Ehh lu makan mulu tapi gak gemuk-gemuk, cacingan ya?”
“Gue mah masih mending ada dagingnya, lah lu cuma tulang doang”
Yang gemuk :
“Perasaan lu diet gak kurus-kurus, cape deh”
“Keturunan lu gendut”gendut semua ya? Pantes aja susah kurus”
Dan masih banyak kata-kata yang menurut kalian “biasa” tapi ternyata bisa menyakiti mereka loh, dengan tameng “Ahh masa gitu aja cemberut/ngambek, baper banget” Stop saying like that guys!

Mengomentari/mengejek fisik orang lain bukan suatu kebanggaan.

Dalam Al-Qur’an juga jelas ada larangan mengejek sesama teman.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela sekumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka.Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela sekumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang dzalim”(QS. Al-Hujurat:11).


Lagian apa untungnya sih komentar kayak gitu? Kan udah jelas terlihat fisik mereka dari dulu memang sudah seperti itu. Untuk apa diomong-omongin ke orangnya? 
Mau bikin mereka down dan minder? What a fool idea guys!
Terus apa untungnya juga buat kita? Membuat kita lebih baik dari mereka? Kan ngga.


Justru mengejek/membicarakan kelemahan/kekurangan seseorang akan menunjukkan betapa jeleknya diri kita sendiri. 

Sebagai self reminder juga. Aku memang gak suka mengomentari fisik orang, mau gimana pun dia, sekalipun temen deket/sahabatku sendiri.  Tapi siapa tau aku pernah menggumam di dalam hati, dan sama aja itu dosa. Seperti membandingkan diriku dengan orang lain hingga terjadilah secara tidak sadar rasa sombong/ujub (merasa lebih baik dari orang lain.
Astaghfirullah …

Jadi ya, artikel ini dibuat untuk saling mengingatkan aja. Bahwa setiap manusia punya kekurangan. Gak sepantasnya kita mengomentari kekurangan fisik orang lain.

Untuk yang kurus/gemuk. Gak usah dengerin mulut-mulut yang berkicau itu ya. Karena bagaimanapun fisikmu, kamu tetaplah cantik/menawan! Terlebih jika hatimu baik dan tulus. 

Sumber gambar : www.google.com

Wednesday, 8 August 2018

Fake Interview Invitation

Undangan wawancara kerja palsu. Kenapa orang jahat sekali ya? Menipu orang yang jelas-jelas butuh pekerjaan, butuh uang dan jumlahnya gak sedikit.

Mereka dengan niatnya menyusun rancangan sedemikian rupa untuk memalsukan alamat kantor/perusahaan, alamat email dan info-info palsu lainnya.

Nah aku pun berpengalaman mendapatkan undangan itu. Yaa sebelumnya siapa sih yang gak senang dapat panggilan kerja? Fresh Graduate gitu. Dihubungi via sms aja udah kepalang kayak menang lotre. Haha Lebayy. Tapi serius deh. Ternyata itu adalah sebuah penipuan.

Tapi, kita bisa tau kok ciri-ciri undangan interview hoax itu kayak gimana.

Pertama, bisa dikabari via sms/email dan jadwal test interviewnya bersifat mendadak. Misal disms hari rabu, hari kamisnya suruh datang atau bahkan bisa ditanggal merah.
Kabar interview itu terkesan memburu-burui calon korbannya, malah justru dia yang ngebet pengen kita datang karena dia yang getol menghubungi kita terus.

Kedua, nomor telepon dan alamat gak sesuai dengan kantor/perusahaan aslinya, atau bahkan perusahaan itu gak ada info lengkapnya di web.
Apalagi dia memberikan alamat untuk pelaksanaan testnya di ruko atau tempat-tempat gak resmi, wah udah jelas banget itu bohongnya.

Ketiga, lokasi perusahaan yang kita lamar berbeda dengan lokasi test.
Kayak gini nih, misalnya kita lamar di daerah Jakarta, ehh dipanggilnya di Bali. Dengan mengatasnamakan perusahaan dan profil yang sama persis/meyakinkan, serta diiming-imingi akan diganti uang akomodasi dan lain-lain.

Keempat, ini sebenarnya udah hampir masuk ke apes line sih, kalau udah kepalang tau mau ketipu saat udah di lokasi, karena dimintain uang dengan alasan untuk administrasi, mendingan cabut aja deh, pura-pura gak bawa uang. Jumlah yang diminta biasanya ratusan ribu – jutaan.

Nah seperti itulah ciri-ciri Fake Interview Invitation versi aku, karena aku udah beberapa kali dapat panggilan kerja dan pernah percaya tapi gak pernah sampai datang sih. Masih diingetin untuk ngecek lagi dan ternyata fix Fake/Hoax xD

Lebih baik melamar pekerjaan yang udah pasti-pasti aja websitenya, dan lebih yakin lagi kalau emailnya depannya ada recruitment hrd blabla.. Meskipun gak semua juga email gmail/yahoo menipu. Bisa jadi karena keterbatasan system. Contoh: Rumah Sakit kecil atau masih tipe C/D 


Selalu hati-hati aja ketika dapat panggilan kerja :D

Kalau kamu punya pengalaman yang sama atau versi yang berbeda, boleh lah share disini ;)

Friday, 20 July 2018

3 Cara Mengecilkan Resolusi saat Scan File

Mungkin udah banyak yang tau mengenai cara mengecilkan resolusi waktu scan file. Tapi, disini aku share aja, siapa tau masih ada yang bingung caranya hehe. Sambil nambah-nambahin referensi di google :D
Sebelum mengecilkan resolusi, pastikan punya printer sendiri, sudah dalam keadaan dihubungkan dengan laptop, dan dibuka program scannya.
Kalau gak punya printer, it's ok. Minta tolong abang fotocopy, mau scannya dalam bentuk file apa? PDF or JPEG. Bilang jangan besar-besar resolusinya, misal: 50 atau 100 lah udah minimal.

1. Pilih tipe file. Lalu, pilih show more.



2. Pilih mau berapa resolusinya.



3. Nah hasil akhirnya macam-macam angka resolusinya. Semakin kecil DPI, maka semakin  kecil juga hasil akhir size KB-nya.



Selesai deh. Seterusnya tinggal atur-atur aja mau edit resolusinya berapa. Tapi harus diperhatikan juga yaa kejelasan filenya (tulisan masih kebaca, gak blur banget). Karena resolusi ini sangat berpengaruh dalam penggabungan file di MS. Word berupa dokumen lamaran kerja atau apapun yang biasanya akan di save dalam bentuk PDF pada hasil akhir (untuk dikirim ke e-mail perusahaan/instansi). 

Sebisa mungkin file PDF yang sudah rapi berukuran maksimal 500 KB, untuk memudahkan perusahaan mendownload file tersebut (gak kebesaran filenya). 
Kalau file udah kecil resolusinya, namun hasil akhirnya masih diatas 500 KB gimana? Biasanya ini banyak terjadi pada file PDF. Cara yang harus ditempuh adalah PDF harus dicompress.

Jadi, semakin kecil resolusi dari setiap file yang sudah discan, maka semakin kecil juga size hasil akhir dari penggabungan file tersebut.

Semoga bermanfaat ^^

By :
Free Blog Templates